Wawako Dumai Dorong Inovasi Berbasis Riset di Seluruh OPD
Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto mendorong seluruh OPD membangun budaya inovasi berbasis riset dan data dalam Forum Kolaborasi Riset Daerah 2025 untuk memperkuat pembangunan dan pelayanan publik.
DUMAI, JAGOK.CO – Pemerintah Kota Dumai terus memperkuat arah pembangunan berbasis data, riset, dan inovasi sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan modern. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, saat membuka Forum Kolaborasi Riset Daerah Kota Dumai dalam rangka Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025 yang digelar di Gedung Wan Dahlan Ibrahim, Kamis (21/05/2026).
Forum strategis tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Dumai dalam membangun ekosistem inovasi daerah yang lebih terintegrasi, terukur, dan berorientasi pada dampak nyata terhadap pembangunan serta pelayanan publik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah serius Pemko Dumai untuk memperkuat budaya kerja inovatif di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pelaksanaan forum merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Dumai bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sinergi tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong lahirnya kebijakan publik berbasis riset ilmiah sekaligus meningkatkan kapasitas inovasi perangkat daerah melalui penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan di era modern tidak lagi dapat dijalankan hanya berdasarkan asumsi atau pendekatan administratif semata. Menurutnya, setiap kebijakan publik harus dibangun di atas fondasi data yang valid, riset yang akurat, serta kajian yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Setiap kebijakan publik tidak boleh hanya berdasarkan asumsi, melainkan harus dilandasi oleh data valid dan hasil riset yang aplikatif. Dengan demikian, kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Sugiyarto di hadapan peserta forum.
Ia menjelaskan, data dan hasil riset memiliki peran vital dalam memastikan efektivitas suatu program pemerintah. Selain menjadi dasar perencanaan, data juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur apakah implementasi kebijakan telah berjalan sesuai target atau memerlukan penyesuaian di lapangan.
“Data juga penting untuk memantau apakah implementasi suatu kebijakan berjalan sesuai target atau memerlukan penyesuaian atau adaptasi di lapangan. Selain itu, faktor transparansi dan akuntabilitas tentulah menjadi bagian penting,” tambahnya.
Lebih jauh, Sugiyarto mendorong seluruh perangkat daerah, khususnya OPD yang mengampu urusan wajib pelayanan dasar, agar mulai membangun budaya inovasi yang berkelanjutan dan tidak sekadar bersifat administratif. Ia berharap setiap perangkat daerah mampu melahirkan minimal satu inovasi setiap tahun sesuai dengan kewenangan, tugas, dan fungsi masing-masing.
Menurutnya, inovasi daerah bukan hanya sekadar memenuhi indikator penilaian nasional, tetapi harus menjadi instrumen perubahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas birokrasi, serta percepatan pembangunan daerah.
“Peran aktif seluruh perangkat daerah dalam pelaporan inovasi dan melengkapi bukti-bukti dukung setiap indikator yang telah ditentukan harus terus didorong. Dengan demikian diharapkan dapat menciptakan tradisi baru, pola dan cara baru untuk melaksanakan pekerjaan yang biasanya dilakukan secara monoton,” harap Sugiyarto.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan arah transformasi birokrasi Pemerintah Kota Dumai menuju sistem pemerintahan yang lebih adaptif, kreatif, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi dan tantangan pembangunan daerah di masa depan.
Forum Kolaborasi Riset Daerah ini juga menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat sinergi inovasi berbasis ilmu pengetahuan. Kehadiran BRIN dalam forum tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun daerah yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
Selain menjadi ajang evaluasi terhadap indeks inovasi daerah, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan strategis yang dapat diterapkan secara nyata di lingkungan Pemerintah Kota Dumai, baik dalam pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, digitalisasi birokrasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Tim Peneliti BRIN, Kepala BRIDA Kota Dumai, Inspektur Daerah Kota Dumai, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Dumai yang mengikuti forum dengan antusias sebagai bagian dari penguatan komitmen bersama dalam membangun budaya inovasi berbasis riset di Kota Dumai.
























