Waka Polda Riau Pimpin Panen Raya Jagung Nasional di Pekanbaru
Waka Polda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi memimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2026 di Pekanbaru sebagai dukungan swasembada pangan nasional bersama Polri, TNI, dan pemerintah daerah.
PEKANBARU, JAGOK.CO – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat jajaran Kepolisian Republik Indonesia bersama pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dipimpin langsung Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan strategis nasional tersebut dilaksanakan di lahan pertanian jagung yang berada di Jalan Gajah RT 01/RW 13, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, wilayah hukum Polsek Kulim. Acara dimulai sekira pukul 12.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 15.30 WIB dengan suasana penuh semangat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, kelompok tani, serta stakeholder terkait.
Panen raya jagung serentak ini dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting bersama Mabes Polri dan terhubung langsung dengan pusat kegiatan nasional di Tuban, Jawa Timur, yang turut dihadiri Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari agenda besar penguatan swasembada pangan Indonesia tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergitas lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan peningkatan produktivitas pertanian nasional. Program panen raya jagung ini juga menjadi bagian penting dalam upaya pemanfaatan lahan produktif dan penguatan kesejahteraan petani lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XIX/Tanjungpinang Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., Kapoksahli Kodam XIX/TT Brigjen TNI M. Yahya, S.A.P., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru.
Selain itu hadir pula Plt. Gubernur Riau yang diwakili Plt. Kepala Dinas PTPH Provinsi Riau Supriadi, S.Hut., M.T., Danlanud Roesmin Nurjadin yang diwakili Kasibakti Dister Letkol Kes R. Novita Sinaga, S.K.M., M.K.M., serta Danlanal Dumai yang diwakili Dandenpomal Mayor Laut (PM) Fajar Untung Tri Sutopo.
Dari unsur penegak hukum, hadir perwakilan Kejaksaan Tinggi Riau melalui Kasi EE pada Aspidmil, serta BNNP Riau yang diwakili Kepala BNNK Pekanbaru Kombes Pol. Dr. Wawan, S.H., M.H. Sementara dari jajaran kepolisian hadir Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Muharman Arta, S.I.K., M.H., Kapolsek Kulim Kompol Didi Antoni, S.H., M.H., para Pejabat Utama Polda Riau, serta para Pejabat Utama Polresta Pekanbaru.
Kegiatan panen raya tersebut juga mendapat dukungan penuh dari sektor perbankan, Bulog, dan instansi strategis lainnya. Tampak hadir Pimpinan Wilayah Perum Bulog Riau dan Kepri Dani Satrio, Kepala BPS Provinsi Riau yang diwakili Prayudho Bagus Jatmiko, S.ST., M.Si., serta perwakilan Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Mandiri Provinsi Riau.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga menunjukkan dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional melalui kehadiran Plh. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Tr. H. Zulhelmi Arifin, S.STP., M.Si., didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Adrizal, S.E., M.M., serta Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru H. Maisisco, S.Sos., M.Si.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan selayang pandang mengenai program ketahanan pangan dan panen raya jagung serentak. Acara semakin bermakna dengan sambutan dari Pimpinan Wilayah Bulog Riau dan Kepri Dani Satrio yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah dan nasional.
Momentum simbolis penjualan hasil panen jagung oleh petani kepada Bulog Riau dan Kepri menjadi gambaran nyata bahwa program ini tidak hanya bersifat seremonial, namun benar-benar menyentuh aspek ekonomi masyarakat dan kesejahteraan petani. Penjualan hasil panen secara langsung tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap penyerapan hasil pertanian lokal agar memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Waka Polda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil peran strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional yang harus dijaga bersama melalui sinergi antara aparat, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat.
“Program panen raya jagung serentak ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam mendukung swasembada pangan nasional. Polri akan terus hadir mendukung produktivitas pertanian masyarakat demi menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.
Selain pelaksanaan panen raya, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan dan bantuan sosial kepada kelompok tani secara simbolis sebagai bentuk apresiasi terhadap para petani yang telah berkontribusi menjaga produktivitas sektor pertanian di Provinsi Riau.
Peserta kegiatan selanjutnya mengikuti zoom meeting nasional bersama Mabes Polri dari Tuban, Jawa Timur, yang menjadi pusat pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Nasional Tahun 2026. Agenda tersebut menjadi simbol kuat bahwa ketahanan pangan kini menjadi gerakan bersama dari pusat hingga daerah.
Usai mengikuti zoom meeting, kegiatan dilanjutkan dengan panen raya jagung secara simbolis, proses pemipilan jagung, serta peninjauan stan UMKM yang turut meramaikan kegiatan. Kehadiran pelaku UMKM dalam agenda tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki keterkaitan erat dengan penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Program Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 sendiri merupakan salah satu program strategis nasional pemerintah bersama Polri dalam mendukung target besar swasembada pangan Indonesia. Program ini menitikberatkan pada optimalisasi lahan pertanian melalui penanaman jagung secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Tidak hanya fokus pada panen, program ini juga mencakup penanaman kembali jagung pipil untuk siklus tanam berikutnya, termasuk mendorong pemanfaatan lahan tidur dan lahan kosong agar lebih produktif melalui dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.
Di lokasi kegiatan, lahan pertanian jagung seluas kurang lebih 3,8 hektare berhasil menunjukkan hasil panen yang maksimal. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat mampu menciptakan produktivitas pertanian yang berdampak langsung terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Pekanbaru bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi simbol harapan baru bagi penguatan sektor pertanian Indonesia. Dari lahan-lahan produktif di daerah, semangat menuju Indonesia mandiri pangan terus ditanamkan demi masa depan bangsa yang lebih kuat, sejahtera, dan berdaulat di sektor pangan.

























