TNI-Polri Amankan Pawai Gebyar Ketupat 1447 H Trenggalek

TNI-Polri kawal Pawai Gebyar Ketupat 1447 H di Trenggalek berlangsung aman dan meriah. Tradisi Kupatan penuh makna budaya dan kebersamaan warga.

TNI-Polri Amankan Pawai Gebyar Ketupat 1447 H Trenggalek
TNI-Polri Kawal Meriahnya Pawai Gebyar Ketupat 1447 H di Trenggalek, Tradisi Kupatan Kian Semarak dan Sarat Makna Budaya

TRENGGALEK - JAGOK.CO - Sinergitas aparat keamanan dari Kodim 0806/Trenggalek bersama Polres Trenggalek kembali ditunjukkan dalam pengamanan Pawai Gebyar Ketupat 1447 Hijriah yang digelar di Desa Sambirejo dan Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Minggu (29/3/2026). Keterlibatan aktif TNI-Polri ini bertujuan memastikan rangkaian tradisi budaya masyarakat berlangsung aman, tertib, lancar, serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh warga yang hadir.

Pawai Gebyar Ketupat yang merupakan tradisi tahunan pasca-Idulfitri ini kembali menjadi magnet kuat bagi masyarakat. Sejak pagi hari, ribuan warga tampak memadati sepanjang jalur utama pawai untuk menyaksikan kemeriahan arak-arakan peserta yang menampilkan beragam kreasi gunungan ketupat, hiasan khas Lebaran, hingga pertunjukan seni budaya lokal yang sarat nilai kearifan tradisional.

Suasana penuh semangat dan kebersamaan begitu terasa, di mana setiap peserta menampilkan identitas budaya masing-masing dengan penuh kreativitas. Mulai dari perangkat desa, kelompok pemuda, hingga komunitas masyarakat turut ambil bagian dengan mengenakan busana adat dan ornamen tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya lokal Trenggalek.

Ketupat yang menjadi ikon utama dalam perayaan Kupatan tidak hanya ditampilkan sebagai hiasan, namun juga mengandung filosofi mendalam sebagai simbol rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan. Tradisi ini sekaligus menjadi wujud nyata pelestarian budaya leluhur yang terus dijaga dan diwariskan secara turun-temurun di tengah arus modernisasi.

Dalam rangka menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, personel gabungan dari Koramil 0806-01/Trenggalek bersama jajaran kepolisian disiagakan di sejumlah titik strategis. Pengamanan difokuskan pada jalur pawai, simpul-simpul persimpangan, serta area yang dipadati masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kemacetan arus lalu lintas.

Kehadiran aparat keamanan tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga memberikan rasa aman bagi peserta dan penonton sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan kondusif. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung suksesnya agenda budaya berskala lokal yang memiliki dampak sosial luas.

Komandan Kodim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan TNI-Polri dalam pengamanan Pawai Gebyar Ketupat merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah.

“Tradisi Kupatan bukan sekadar perayaan seremonial pasca-Lebaran, melainkan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat yang harus terus dilestarikan. Kehadiran TNI dan Polri adalah wujud dukungan terhadap kegiatan positif masyarakat yang mampu memperkuat kebersamaan, solidaritas sosial, serta menjaga warisan budaya bangsa,” ungkapnya.

Tidak hanya pawai budaya, rangkaian Gebyar Ketupat 1447 H di Desa Sambirejo juga dimeriahkan dengan kegiatan “mancing mania” gratis yang digelar di aliran sungai desa setempat. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan menjadi daya tarik tambahan bagi warga maupun pengunjung dari luar daerah.

Ratusan masyarakat tampak antusias mengikuti lomba memancing tersebut. Suasana keakraban terlihat jelas di sepanjang bantaran sungai, di mana warga dari berbagai kalangan berkumpul, berinteraksi, dan menikmati momen kebersamaan dalam nuansa penuh kekeluargaan.

Perpaduan antara tradisi budaya dan hiburan rakyat ini menjadikan perayaan Kupatan di Trenggalek tidak hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Lebih dari itu, kegiatan ini turut mendorong tumbuhnya rasa memiliki terhadap budaya lokal serta memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Dengan pengamanan yang maksimal serta partisipasi aktif masyarakat, Pawai Gebyar Ketupat 1447 H di Trenggalek berhasil terselenggara dengan sukses, meriah, dan penuh makna. Tradisi Kupatan pun terus hidup sebagai simbol persatuan, rasa syukur, serta kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Trenggalek.