Penabalan Gelar Adat untuk Gubernur Riau Dimatangkan
Panitia penabalan gelar Datuk Seri Setia Amanah untuk Gubernur Riau Abdul Wahid terus matangkan persiapan jelang acara adat di Balai Adat LAMR 5 Juli 2025.
JAGOK.CO - PEKANBARU – Panitia penabalan gelar adat Datuk Seri Setia Amanah untuk Gubernur Riau terpilih, Tuan Abdul Wahid, terus mengintensifkan persiapan menjelang hari pelaksanaan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025. Kegiatan penabalan ini akan digelar secara sakral dan penuh khidmat di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap pemimpin yang dianggap amanah dan berkomitmen kuat dalam menjunjung nilai-nilai adat Melayu.
Guna memastikan seluruh rangkaian prosesi adat berjalan sempurna, panitia menggelar rapat koordinasi internal pada Rabu (2/7/2025) di lokasi pelaksanaan, Balai Adat LAMR Riau. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Panitia, Datuk Firman Edy, dan dihadiri oleh segenap unsur panitia serta tokoh adat yang terlibat.
Dalam rapat tersebut, setiap tahapan acara penabalan dibedah dan dikaji secara mendalam, mulai dari prosesi penyambutan, tata cara pengukuhan gelar, hingga tata busana adat dan iringan musik tradisional yang akan mengiringi setiap langkah simbolik dalam acara tersebut. Semuanya ditata agar pelaksanaan penabalan adat berjalan tertib, sakral, dan penuh wibawa, sesuai dengan tatanan adat istiadat Melayu yang luhur dan bermartabat.
"Semua hal yang berkaitan dengan penabalan gelar Datuk Seri Setia Amanah telah kita bahas dalam rapat tadi, mulai dari teknis pelaksanaan hingga detail terkecil yang menyangkut unsur protokoler adat," ujar Ketua Panitia, Datuk Alang Rizal, kepada awak media usai rapat berlangsung.
Ia menegaskan bahwa panitia tidak hanya fokus pada rancangan prosesi utama saja, tetapi juga memprioritaskan aspek teknis, manajemen waktu, dan kesiapan tim pelaksana di lapangan, demi mewujudkan kelancaran acara adat bersejarah ini.
Lebih lanjut, Datuk Alang menjelaskan bahwa panitia juga telah melaksanakan gladi kotor sebagai bagian dari simulasi menyeluruh atas seluruh skenario acara. Hal ini penting dilakukan agar setiap unsur pelaksana memahami peran dan waktu tampil masing-masing.
"Insya Allah, agar pelaksanaan penabalan gelar adat Datuk Seri Setia Amanah berjalan lancar, kita masih akan melaksanakan satu kali lagi gladi kotor, dan pada malam menjelang hari penabalan, kita akan laksanakan gladi resik secara menyeluruh, agar di pagi harinya seluruh proses berjalan dengan sempurna," tutur Datuk Alang dengan penuh harap.
Penabalan gelar adat ini bukan hanya sekadar simbol penghormatan kepada seorang pemimpin, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya Melayu Riau yang menjunjung tinggi nilai marwah, amanah, dan kebesaran adat. Penganugerahan gelar kepada Tuan Abdul Wahid diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Melayu dalam memahami pentingnya adat sebagai pilar peradaban dan jati diri masyarakat Riau.























