Babinsa Nogosari Dampingi Ubinan Padi untuk Prediksi Panen
Babinsa Nogosari Kodim 0724/Boyolali dampingi kegiatan ubinan padi di Desa Potronayan guna prediksi hasil panen dan dukung ketahanan pangan nasional bersama PPL dan BPP.
JAGOK.CO – BOYOLALI – Dalam upaya memperkuat program nasional di sektor ketahanan pangan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali, Serma Mujiyarto, menunjukkan sinergi aktif bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Nogosari dengan terjun langsung mendampingi kegiatan ubinan di lahan sawah Dukuh Widoro, Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Kamis (03/07/2025).

Kegiatan ubinan ini merupakan metode teknis yang digunakan untuk memperkirakan produktivitas hasil panen padi per hektare, melalui proses pengambilan sampel tanaman langsung dari petak sawah, kemudian dilakukan pengukuran dan penimbangan secara teliti. Informasi ini sangat penting sebagai dasar perencanaan pertanian dan pemetaan data produksi pangan di tingkat lapangan.
Menurut PPL Kecamatan Nogosari, metode ubinan menjadi instrumen strategis dalam sistem pertanian modern, karena mampu memberikan gambaran riil terhadap potensi panen petani. Data hasil ubinan ini tak hanya bermanfaat untuk pengambilan kebijakan pertanian di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga sangat membantu petani dalam menentukan langkah pascapanen, termasuk strategi penjualan dan penyimpanan gabah.
Babinsa Serma Mujiyarto menjelaskan bahwa keterlibatan TNI AD melalui peran Babinsa bukan sekadar pendampingan teknis, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen TNI dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Keberadaan Babinsa di tengah masyarakat petani juga bertujuan mengedukasi dan memberikan motivasi agar pertanian di desa tetap produktif dan adaptif terhadap tantangan zaman.

"Sebagai aparat kewilayahan, kami memiliki tanggung jawab moral dan strategis dalam memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif. Kegiatan ubinan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pertanian yang harus dikawal bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil ubinan di wilayah Nogosari diharapkan dapat menjadi cermin dari keberhasilan petani dalam menerapkan pola tanam yang baik dan penggunaan teknologi pertanian yang tepat guna. Dengan pendampingan yang intensif dari Babinsa dan PPL, sektor pertanian di Boyolali diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan pangan nasional.
“Sinergi kami bersama PPL dan petani adalah kunci keberhasilan. Kami akan terus mendukung segala bentuk kegiatan pertanian, karena ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan negara. Jika petani sejahtera, maka desa kuat dan negara pun akan berdiri kokoh,” pungkas Serma Mujiyarto.
























