Kejurkot PBSI Pekanbaru 2025 Resmi Dibuka, 200 Atlet Muda Berlaga
Kejuaraan Kota PBSI Pekanbaru 2025 resmi dibuka di Gedung Angkasa Badminton Centre. Sebanyak 200 atlet muda dari berbagai kategori usia berlaga tanpa biaya pendaftaran. Ajang ini menjadi wadah pembinaan bulutangkis dan harapan lahirnya bibit juara dunia dari Pekanbaru.
PEKANBARU – JAGOK.CO – Semangat olahraga kembali menggema di Kota Pekanbaru. Pada Jumat, 03 Oktober 2025, Kejuaraan Kota PBSI Pekanbaru Tahun 2025 resmi dibuka oleh Ketua Panitia, Adi Nugroho, ST., M.Si. di Gedung Angkasa Badminton Centre, Pekanbaru. Perhelatan bergengsi ini menjadi ajang tahunan yang ditunggu-tunggu, terutama bagi para atlet muda yang ingin menorehkan prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah dan bangsa melalui olahraga bulutangkis.

Pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah pihak pendukung, mulai dari sponsor, unsur pemerintah, aparat keamanan hingga tokoh olahraga. Hadir perwakilan sponsor yang telah berkomitmen mendukung ajang ini, di antaranya:
-
Habibullah Azhuri
-
Sucofindo
-
Surveyor Indonesia
-
OSCT
-
Petroflexx
-
Petronesia Benimel
Selain itu, acara juga dihadiri oleh Kapolsek Payung Sekaki beserta jajaran Bhabinkamtibmas, Lurah Kelurahan Air Hitam, serta perwakilan PBSI Provinsi Riau yang diwakili oleh HM Yunus. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan nyata bagi pembinaan olahraga bulutangkis di Pekanbaru.

200 Atlet, 16 Kategori, 4 Lapangan
Sejak pukul 08.00 WIB, suasana Gedung Angkasa Badminton Centre sudah dipenuhi kesibukan. Para panitia, ofisial, hingga petugas pertandingan bekerja keras menyiapkan jalannya kejuaraan. Tahun ini, Kejurkot PBSI Pekanbaru mencatat partisipasi sekitar 200 atlet dari berbagai kelompok usia, mulai dari pra-usia dini hingga tunggal dewasa putra.
Terdapat 16 kategori pertandingan, dengan 13 kategori resmi dipertandingkan. Seluruh rangkaian pertandingan menggunakan empat lapangan utama di Gedung Angkasa Badminton Centre. Menariknya, selama tiga tahun terakhir, PBSI Pekanbaru konsisten menggelar turnamen ini tanpa memungut biaya pendaftaran alias gratis (free registration). Hal ini menjadi bentuk nyata komitmen organisasi dalam mencetak bibit unggul bulutangkis tanpa membebani atlet muda maupun orang tua mereka.
Harapan Lahirnya Juara Dunia
Bulutangkis merupakan olahraga yang selalu menjadi kebanggaan Indonesia di kancah dunia. Dari ajang Olimpiade, Kejuaraan Dunia, hingga All England, prestasi atlet Indonesia kerap mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya. Dengan semangat yang sama, Kejurkot PBSI Pekanbaru 2025 diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit unggul yang kelak bisa mengikuti jejak legenda bulutangkis dunia dari tanah air.

Pernyataan Ketua Panitia
Dalam sambutannya, Adi Nugroho, ST., M.Si., selaku Ketua Panitia, menyampaikan:
“Kejuaraan Kota PBSI Pekanbaru 2025 ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembinaan yang berkelanjutan bagi atlet-atlet muda. Kami ingin memberi ruang seluas-luasnya bagi generasi emas bulutangkis Pekanbaru untuk berlatih, berjuang, dan menunjukkan bakat terbaik mereka. Harapan besar kami, dari turnamen ini akan lahir calon atlet nasional bahkan dunia, yang kelak bisa membawa nama Indonesia semakin disegani di arena internasional.”
Dukungan dari Sekretaris Pelaksana
Hal senada juga disampaikan oleh Habibullah Azuhri, SE., M.Ak., selaku Sekretaris Pelaksana:
“Selama tiga tahun berturut-turut, turnamen ini kami selenggarakan tanpa biaya pendaftaran. Tujuan kami sederhana, yakni membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak muda dari berbagai kalangan untuk bisa bertanding. Bulutangkis adalah olahraga rakyat, dan kita ingin memastikan semua bakat punya peluang yang sama untuk berkembang.”
PBSI Pekanbaru Komitmen Jangka Panjang
PBSI Pekanbaru menegaskan, kejuaraan ini akan terus digelar setiap tahun sebagai agenda resmi. Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini diharapkan menjadi laboratorium pembinaan atlet yang terarah, profesional, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan sponsor, pemerintah, aparat, serta masyarakat, Kejurkot PBSI Pekanbaru 2025 diyakini akan semakin memperkuat posisi Pekanbaru sebagai salah satu pusat lahirnya talenta bulutangkis terbaik Indonesia.

























