Helikopter Airbus H130 Jatuh di Sekadau, TNI AD Kerahkan 209 Personel

Helikopter Airbus H130 PK-CFX jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat. TNI AD melalui Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan 209 personel untuk pencarian dan evakuasi di medan hutan ekstrem.

Helikopter Airbus H130 Jatuh di Sekadau, TNI AD Kerahkan 209 Personel
Helikopter Airbus H130 PK-CFX Jatuh di Sekadau, TNI AD Kerahkan 209 Personel Percepat Pencarian dan Evakuasi

KUBU RAYA, JAGOK.CO – Operasi pencarian dan evakuasi helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak akhirnya memasuki fase krusial. TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan sebanyak 209 personel guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).

Langkah cepat ini menjadi bukti nyata respons tanggap darurat TNI AD dalam menghadapi insiden kecelakaan udara di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang. Pengerahan ratusan personel tersebut tidak hanya difokuskan pada pencarian titik jatuh helikopter, tetapi juga untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman, efektif, dan terkoordinasi dengan baik bersama tim SAR gabungan.

Asisten Operasi (Asops) Kasdam XII/Tpr, Ahmad Daud Harahap, menegaskan bahwa TNI AD berkomitmen penuh mendukung misi kemanusiaan ini. Ia menyebut, pengerahan pasukan merupakan bentuk kesigapan institusi dalam merespons situasi darurat yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan sinergi lintas sektor.

“Atas perintah Pangdam XII/Tanjungpura, Novi Rubadi Sugito, serta hasil koordinasi intensif dengan tim SAR gabungan, seluruh jajaran telah diarahkan untuk memberikan dukungan maksimal dalam operasi pencarian dan evakuasi,” ujarnya.

Operasi di lapangan dipimpin langsung oleh Danrem 121/Alambhana Wanawai, Purnomosidi, dengan melibatkan unsur satuan tempur dan kewilayahan seperti Kodim 1204/Sanggau, Yonif TP 833/Bumi Daranante, serta Yonif 642/Kapuas. Seluruh personel bergerak menuju titik koordinat yang diduga menjadi lokasi jatuhnya helikopter, menembus medan hutan lebat yang sulit diakses dan minim jalur transportasi.

Tantangan berat berupa cuaca yang tidak menentu, kontur tanah yang curam, hingga keterbatasan akses komunikasi di wilayah pedalaman tidak menyurutkan semangat tim di lapangan. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan mengedepankan prosedur keselamatan dan koordinasi terpadu.

Hasil kerja keras tersebut akhirnya membuahkan titik terang. Tim dari Yonif TP 833/Bumi Daranante yang dipimpin oleh Mayor Inf Ikhwan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter di tengah hutan dengan kondisi medan yang ekstrem. Penemuan ini menjadi momentum penting dalam percepatan proses evakuasi dan investigasi lebih lanjut.

Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, terutama kondisi cuaca ekstrem dan tingkat kesulitan medan, proses evakuasi terhadap kru serta badan helikopter dijadwalkan dilaksanakan pada Jumat pagi (17/4/2026). Saat ini, seluruh personel yang berada di lokasi telah melakukan pengamanan area guna memastikan proses evakuasi dapat berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.

Keterlibatan aktif TNI AD dalam operasi ini mencerminkan peran strategis institusi militer tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sinergi yang terbangun antara TNI, tim SAR, dan unsur terkait lainnya menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.

Peristiwa jatuhnya helikopter Airbus H130 PK-CFX di Sekadau ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem keselamatan penerbangan, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem seperti Kalimantan Barat. Di sisi lain, soliditas dan kesiapsiagaan aparat di lapangan kembali menunjukkan bahwa negara hadir dalam setiap kondisi kritis yang dihadapi masyarakat.

Sumber: (Dispenad)