Tolak Beri Rp700 Ribu, Gadis Ini Dibunuh Abang Kandung di Rohil

Seorang pria di Rokan Hilir tega membacok adik kandungnya hingga tewas gara-gara ditolak memberi uang Rp700 ribu. Pelaku akhirnya ditangkap polisi usai menyembunyikan barang bukti dan mencuci darah. Kasus pembunuhan kakak terhadap adik ini mengejutkan warga Pasir Limau Kapas.

Tolak Beri Rp700 Ribu, Gadis Ini Dibunuh Abang Kandung di Rohil
Gegara Duit Rp700 Ribu, Pria Ini Bacok Adik Kandung Hingga Tewas di Palika Rohil

JAGOK.CO – ROKAN HILIR – Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan seorang gadis remaja bernama Rifka menggegerkan warga Dusun Sungai Siakap, Kepenghuluan Pasir Limau Kapas (Palika), Kecamatan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, bersimbah darah di rumahnya sendiri.

Fakta mengejutkan terungkap: pelaku pembunuhan tragis tersebut adalah abang kandung korban sendiri, yakni Muammar Kadafi (23). Identitas pelaku berhasil diungkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Panipahan, Iptu Yopi Ferdian, dalam keterangannya menjelaskan bahwa begitu menerima laporan penemuan mayat remaja perempuan dengan kondisi luka parah, pihaknya langsung bergerak cepat menggelar penyelidikan.

“Setelah ditemukan jasad korban tersebut dan dilakukan identifikasi, kami menemukan adanya sejumlah luka akibat kekerasan pada tubuh korban. Tim penyidik kemudian melakukan rangkaian penyelidikan, mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi-saksi,” ungkap Kapolsek Panipahan, Kamis (24/07/2025).

Dari hasil penyelidikan intensif serta keterangan saksi yang dihimpun, lanjutnya, akhirnya terkuak bahwa pelaku pembunuhan brutal itu adalah abang kandung korban sendiri, Muammar Kadafi.

“Tim juga melakukan olah TKP secara menyeluruh. Setelah dikonfirmasi melalui hasil penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, pelaku akhirnya mengakui semua perbuatannya bahwa ia telah menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa motif pembunuhan dipicu persoalan uang. Saat itu, pelaku meminta uang sebesar Rp700 ribu kepada korban, namun ditolak. Penolakan itu memicu kemarahan pelaku hingga melakukan tindakan keji.

“Akibat ditolak, pelaku emosi dan mengambil sebilah parang. Ia langsung mengayunkannya ke arah pergelangan tangan kiri dan kanan serta kepala korban, yang mengakibatkan korban tewas di tempat,” terang Yopi Ferdian.

Tidak hanya membunuh, pelaku juga berupaya menghilangkan jejak. Setelah membacok adiknya hingga tak bernyawa, Muammar Kadafi membuang parang ke seberang parit dan membersihkan tubuh serta pakaiannya dengan sabun yang telah ia beli sebelumnya.

“Pelaku mencuci tubuh dan bajunya dengan sabun untuk menghilangkan noda darah sebelum akhirnya kami ringkus,” tambahnya.

Kasus pembunuhan ini menambah daftar panjang tragedi kekerasan dalam rumah tangga di wilayah pesisir Rokan Hilir. Warga sekitar kini masih diselimuti duka dan trauma mendalam atas insiden tragis yang menimpa Rifka, gadis remaja yang dikenal pendiam dan baik hati.

Editor: Thab313
Wartawan: Panca Sitepu