Pelantikan PWI Sulut 2026–2031, Sintya Bojoh Fokus Tingkatkan Kompetensi Wartawan

Pengurus PWI Sulawesi Utara periode 2026–2031 resmi dilantik di Manado. Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh fokus meningkatkan SDM wartawan melalui UKW dan penguatan profesionalisme pers.

Pelantikan PWI Sulut 2026–2031, Sintya Bojoh Fokus Tingkatkan Kompetensi Wartawan
Pelantikan Pengurus PWI Sulut 2026–2031 Resmi Digelar, Akhmad Munir Tegaskan Profesionalisme dan Penguatan SDM Wartawan

MANADO, JAGOK.CO – Kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum Akhmad Munir dalam sebuah seremoni penuh khidmat yang berlangsung di Ballroom Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Rabu (13/5/2026).

Pelantikan Pengurus PWI Sulut tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan dan penguatan organisasi wartawan di Bumi Nyiur Melambai, terutama dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik di era digital yang semakin kompleks, cepat, dan dinamis.

Kepengurusan PWI Sulut periode 2026–2031 kini dipimpin oleh Sintya Bojoh sebagai ketua, didampingi Sekretaris Ardy Kalumata serta Bendahara Deiby Malongkade. Kehadiran kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa semangat transformasi organisasi menuju pers yang lebih profesional, independen, dan berintegritas.

Acara pelantikan berlangsung meriah namun tetap sarat makna dengan dihadiri sejumlah pejabat penting daerah dan nasional. Tampak hadir Yulius Selvanus, unsur Forkopimda Sulut, Kepala Dinas Kominfo Sulut Zainudin Halimi, hingga anggota DPD RI Stefanus BAN Liow. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan terhadap eksistensi dan peran strategis pers dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia pelaksana dan jajaran pengurus yang baru saja dilantik. Ia menilai PWI Sulut memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu organisasi kewartawanan yang solid dan progresif di Indonesia Timur.

“Saya berharap kepengurusan baru ini mampu membawa semangat baru bagi PWI Sulut untuk menjadi organisasi yang semakin kuat, berdaulat, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkap Akhmad Munir di hadapan para tamu undangan.

Munir juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal organisasi serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi wartawan di tengah derasnya arus informasi digital, perkembangan media sosial, hingga tantangan disinformasi yang kian masif.

Menurutnya, wartawan saat ini tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga wajib menjaga akurasi, etika, serta independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Pers harus menjadi pilar demokrasi yang sehat. Karena itu, peningkatan kualitas SDM wartawan menjadi kebutuhan mutlak agar media tetap dipercaya publik,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan bahwa PWI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang edukatif, jujur, dan berimbang.

Menurut Gubernur, hubungan harmonis antara pemerintah dan insan pers menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas sosial, memperkuat partisipasi publik, serta mengawal berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

“Sinergitas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PWI akan menciptakan kemajuan bagi daerah,” kata Gubernur Yulius Selvanus.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital, insan pers harus tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang menyesatkan atau tidak terverifikasi.

“PWI Sulut harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang valid, kredibel, mencerahkan, dan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, Ketua PWI Sulut yang baru dilantik, Sintya Bojoh, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama jajaran pengurus baru.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan PWI Sulut periode 2026–2031 akan fokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia wartawan melalui berbagai program peningkatan kapasitas yang berkelanjutan dan terukur.

“Salah satu program awal PWI Sulut adalah meningkatkan SDM wartawan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara berkelanjutan,” kata Sintya Bojoh.

Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan menjadi langkah strategis agar insan pers di Sulawesi Utara mampu bersaing secara profesional serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, akurat, dan bertanggung jawab.

Tak hanya itu, PWI Sulut juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga legislatif, aparat penegak hukum, akademisi, organisasi masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mendukung pembangunan Sulawesi Utara yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Usai pelantikan Pengurus PWI Sulut, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Ny Pdt. Oltje A. Mamuaya.

Pelantikan PWI dan IKWI Sulut ini tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan semangat insan pers di Sulawesi Utara untuk terus menjaga profesionalisme, memperkuat integritas, serta menghadirkan produk jurnalistik yang berkualitas, terpercaya, dan berpihak pada kepentingan publik.

Momentum ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pers tetap memegang peranan vital sebagai penjaga demokrasi, penyampai informasi publik, serta pengontrol sosial di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat. Dengan kepengurusan baru dan semangat baru, PWI Sulut diharapkan mampu menjadi organisasi pers yang semakin kokoh, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa.