Prabowo Ajak Kapolri, Panglima TNI & Fadli Zon Nyanyikan Indonesia Pusaka

Presiden Prabowo Subianto ajak Kapolri, Panglima TNI, dan Fadli Zon nyanyikan Indonesia Pusaka usai upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya.

Prabowo Ajak Kapolri, Panglima TNI & Fadli Zon Nyanyikan Indonesia Pusaka
Presiden Prabowo Ajak Kapolri, Panglima TNI, dan Fadli Zon Nyanyikan Lagu Indonesia Pusaka Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

JAKARTA – JAGOK.CO – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menciptakan momen yang sarat makna kebangsaan pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025). Usai memimpin jalannya upacara kenegaraan, Prabowo secara spontan mengajak sejumlah pejabat tinggi negara untuk bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan penuh makna, Indonesia Pusaka, ciptaan maestro Ismail Marzuki.

Awalnya, lagu Indonesia Pusaka dibawakan oleh seorang penyanyi tunggal dari atas panggung. Presiden Prabowo beserta jajaran pejabat yang hadir tampak khidmat dan menghayati alunan syair tersebut dari bawah. Namun, tak lama kemudian, Prabowo memberi isyarat kepada Fadli Zon, yang berdiri di sampingnya, untuk ikut bernyanyi di panggung. Fadli pun segera naik dan bergabung menyanyikan lagu kebangsaan itu.

Tak berhenti di situ, Presiden kembali menunjuk dua pejabat penting lainnya, yakni Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar turut meramaikan suasana. Momen penuh keakraban itu berlanjut ketika Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya juga ikut bergabung. Mereka berdiri berdampingan di panggung, menyanyikan syair cinta tanah air dengan penuh semangat.

Lagu Indonesia Pusaka memang memiliki makna mendalam bagi bangsa Indonesia. Syairnya menggambarkan rasa cinta tanah air yang tulus dan abadi, tempat lahir, dibesarkan, hingga menjadi tanah peristirahatan terakhir bagi rakyatnya. Tidak heran jika lagu ini kerap dinyanyikan dalam momentum kebangsaan, terutama ketika bangsa Indonesia memperingati sejarah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

Momen kebersamaan tersebut menjadi sorotan, karena selain menunjukkan sisi humanis Presiden Prabowo, juga memperlihatkan soliditas antara pemimpin negara dengan jajaran TNI dan Polri. Lebih jauh, hal ini mencerminkan pesan kuat bahwa nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan cinta tanah air harus senantiasa dihayati serta diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi pengingat akan pentingnya mempertahankan ideologi negara dari berbagai ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri. Di Monumen Lubang Buaya, tempat bersejarah yang menjadi saksi kekejaman G30S/PKI tahun 1965, pesan itu kembali ditegaskan dengan lantang.

Dengan mengajak para pejabat tinggi menyanyikan Indonesia Pusaka, Presiden Prabowo seolah ingin meneguhkan bahwa semangat nasionalisme tidak boleh hanya sebatas seremoni upacara, tetapi harus dihidupkan melalui kebersamaan, keteladanan, dan penghayatan nilai kebangsaan.