Keselamatan Pengunjung Jadi Prioritas, Bupati Suhardiman Amby Instruksikan Perbaikan Turap Arena Pacu Jalur Baserah
Bupati Kuansing Suhardiman Amby bergerak cepat menyikapi kerusakan turap Arena Pacu Jalur Baserah akibat abrasi Sungai Kuantan. PUPR Kuansing turun ke lapangan demi menjamin keselamatan ribuan pengunjung dan suksesnya Pacu Jalur 2026.
TELUK KUANTAN, JAGOK.CO — Keselamatan masyarakat, keberlangsungan warisan budaya daerah, serta kesiapan infrastruktur menjelang pelaksanaan Pacu Jalur Baserah menjadi perhatian serius Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby. Menyikapi kerusakan turap penahan tebing akibat abrasi di kawasan Arena Pacu Jalur Tepian Lubuok Sobae Basogha, Kecamatan Kuantan Hilir, orang nomor satu di Negeri Jalur itu langsung mengambil langkah cepat dengan memerintahkan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing turun ke lapangan melakukan peninjauan serta menyiapkan langkah penanganan yang diperlukan.
Langkah responsif tersebut diambil setelah adanya laporan masyarakat dan pemberitaan mengenai kondisi turap yang mengalami kerusakan di sejumlah titik sepanjang kawasan arena pacu jalur. Kerusakan yang dipicu abrasi Sungai Kuantan itu dinilai berpotensi mengancam keamanan lingkungan sekitar apabila tidak segera ditangani secara serius.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, persoalan ini bukan sekadar kerusakan fisik infrastruktur. Lebih dari itu, kondisi tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan ribuan masyarakat yang diperkirakan akan memadati arena saat pelaksanaan Pacu Jalur Baserah, salah satu agenda budaya terbesar dan paling dinanti masyarakat Kuansing setiap tahunnya.
Keselamatan Masyarakat Menjadi Prioritas Utama
Bupati Suhardiman Amby menegaskan dirinya tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun menjelang pelaksanaan Pacu Jalur yang dipastikan akan menghadirkan lonjakan pengunjung dari berbagai kecamatan di Kuansing maupun daerah lain di Provinsi Riau.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan publik, terutama pada event budaya yang melibatkan konsentrasi massa dalam jumlah besar.
“Saya sudah meminta Bidang SDA Dinas PUPR Kuansing segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan mengupayakan langkah penanganan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, apalagi kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas saat pelaksanaan Pacu Jalur nanti,” tegas Suhardiman Amby di Teluk Kuantan, Sabtu (30/5/2026).
Bupati menjelaskan bahwa keberadaan turap penahan tebing memiliki fungsi strategis dalam menjaga stabilitas bantaran Sungai Kuantan sekaligus melindungi area yang menjadi titik berkumpulnya masyarakat selama pelaksanaan festival budaya berlangsung.
Kerusakan pada struktur turap, kata dia, tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil karena dapat berkembang menjadi ancaman yang lebih besar apabila terjadi pengikisan tanah secara berkelanjutan.
“Kita ingin masyarakat yang datang merasa aman, nyaman, dan bisa menikmati seluruh rangkaian Pacu Jalur tanpa rasa khawatir. Jangan sampai ada potensi bahaya yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.
Bupati Tak Ingin Menunggu Terjadi Kerusakan Lebih Besar
Sebagai kepala daerah, Suhardiman Amby memilih pendekatan preventif dibanding menunggu hingga kerusakan semakin meluas. Baginya, langkah antisipasi merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga aset daerah yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pacu Jalur Baserah, seluruh sarana dan prasarana pendukung harus dipastikan berada dalam kondisi layak, aman, dan mampu menampung aktivitas masyarakat yang diperkirakan membludak selama event berlangsung.
Kebijakan gerak cepat yang ditunjukkan Bupati Kuansing tersebut juga menjadi cerminan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Dinas PUPR Kuansing Langsung Turun ke Lapangan
Arahan Bupati Kuansing tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Dinas PUPR Kuansing. Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif, melalui Kepala Bidang SDA, Zulderi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima instruksi untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi turap yang mengalami kerusakan akibat abrasi.
Menurut Zulderi, tim teknis dari Bidang SDA segera diterjunkan ke lokasi guna mengidentifikasi tingkat kerusakan, memetakan titik-titik yang terdampak, serta menyusun rekomendasi teknis yang paling efektif untuk penanganannya.
“Benar, kami telah menerima arahan dari Bapak Bupati. Tim Bidang SDA sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi turap penahan tebing yang mengalami kerusakan akibat abrasi,” ujar Zulderi.
Ia menjelaskan bahwa hasil peninjauan lapangan saat ini sedang dianalisis secara teknis guna menentukan langkah penanganan yang tepat, cepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami sedang menginventarisasi kondisi yang ada serta mengkaji solusi terbaik sesuai arahan pimpinan. Yang jelas, perhatian Bapak Bupati terhadap keselamatan masyarakat dan perlindungan aset daerah sangat besar,” katanya.
Abrasi Sungai Kuantan Ancam Infrastruktur dan Ruang Publik
Kerusakan turap yang terjadi di kawasan Tepian Lubuok Sobae Basogha diduga merupakan dampak dari abrasi yang berlangsung dalam jangka waktu cukup panjang akibat derasnya arus Sungai Kuantan.
Fenomena abrasi tersebut secara perlahan mengikis struktur tanah di sepanjang bantaran sungai sehingga menyebabkan melemahnya daya dukung tebing dan infrastruktur yang berada di atasnya.
Apabila tidak segera ditangani, abrasi berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih luas, termasuk longsoran tanah, penyempitan ruang publik, hingga ancaman terhadap fasilitas penunjang kegiatan masyarakat.
Padahal kawasan Tepian Lubuok Sobae Basogha bukan hanya berfungsi sebagai lokasi perlombaan Pacu Jalur, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial masyarakat, ruang publik, serta ikon budaya yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Kecamatan Kuantan Hilir.
Karena itu, keberadaan turap yang kuat dan kokoh menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keamanan kawasan sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
Pacu Jalur, Warisan Budaya yang Menjadi Kebanggaan Riau
Pacu Jalur merupakan salah satu warisan budaya terbesar yang dimiliki Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Riau. Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan perahu tradisional, tetapi juga simbol persatuan, semangat gotong royong, dan identitas masyarakat Kuantan.
Setiap tahun, pelaksanaan Pacu Jalur selalu menarik perhatian ribuan penonton, wisatawan domestik, pelaku UMKM, hingga pemerhati budaya dari berbagai daerah. Perputaran ekonomi masyarakat pun meningkat signifikan selama event berlangsung.
Karena itu, kesiapan infrastruktur pendukung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menyukseskan penyelenggaraan Pacu Jalur. Faktor keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kelayakan fasilitas publik menjadi unsur penting yang harus dipenuhi agar event budaya tersebut berjalan sukses dan memberikan kesan positif bagi para pengunjung.
Komitmen Menjaga Keselamatan dan Melestarikan Budaya Daerah
Gerak cepat yang dilakukan Bupati Suhardiman Amby menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
Langkah peninjauan yang dilakukan Bidang SDA PUPR Kuansing diharapkan dapat segera menghasilkan solusi konkret sehingga kerusakan turap tidak semakin meluas menjelang pelaksanaan Pacu Jalur Baserah.
Masyarakat berharap upaya perbaikan dapat segera direalisasikan agar kawasan arena tetap aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung yang akan memadati lokasi kegiatan budaya tersebut.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, pengamanan yang optimal, serta perhatian serius dari pemerintah daerah, Pacu Jalur Baserah diharapkan kembali menjadi perhelatan budaya yang berlangsung meriah, aman, sukses, dan membanggakan masyarakat Kuantan Hilir serta Kabupaten Kuantan Singingi secara keseluruhan.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat menyambut pesta budaya tahunan tersebut, langkah cepat Bupati Suhardiman Amby menjadi pesan kuat bahwa keselamatan rakyat tetap menjadi prioritas utama. Sebab bagi pemerintah daerah, keberhasilan sebuah event budaya tidak hanya diukur dari kemeriahannya, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman bagi setiap warga yang datang menikmati warisan budaya kebanggaan Negeri Jalur.
























