Pisang Goreng Pinkan Mambo Rp30 Ribu Viral, Ini Resep Renyah ala Chef

Pisang goreng Pinkan Mambo Rp30 ribu per buah bikin heboh. Simak tips chef memilih pisang, tepung, dan cara menggoreng agar hasil renyah sempurna.

Pisang Goreng Pinkan Mambo Rp30 Ribu Viral, Ini Resep Renyah ala Chef
Pisang Goreng Pinkan Mambo Rp30 Ribu Per Buah, Lebih Mahal dari Jajanan Premium? Ini Resep Bikin Pisang Goreng Renyah ala Chef

JAGOK.CO - JAKARTA - Setelah sebelumnya sempat viral karena menjual donat dengan harga fantastis, penyanyi Pinkan Mambo kembali membuat publik heboh. Kali ini, mantan personel grup musik Ratu itu meluncurkan produk baru berupa pisang goreng Pinkan Mambo dengan harga mencapai Rp30.000 per buah.

Dalam satu kotak, jajanan tersebut berisi 6 hingga 12 buah pisang goreng. Artinya, untuk membeli satu boks penuh, konsumen harus merogoh kocek sekitar Rp300.000-an. Harga ini tentu jauh lebih mahal dibandingkan rata-rata pisang goreng di Jakarta yang biasanya dibanderol di bawah Rp10.000 per buah.

Fenomena ini memunculkan pro dan kontra. Sebagian warganet menilai harganya tidak masuk akal untuk makanan sederhana, sementara sebagian lain beranggapan wajar karena mengusung nama besar seorang selebritas.

Padahal, secara umum pisang goreng adalah kudapan tradisional Indonesia yang mudah dibuat di rumah. Bahannya sederhana, hanya membutuhkan pisang matang, tepung, serta minyak goreng. Namun, ternyata membuat pisang goreng renyah dan lezat tidak semudah kelihatannya. Ada teknik khusus agar hasilnya tidak sekadar garing, tetapi juga harum, manis, dan legit di lidah.

Untuk menjawab hal tersebut, Executive Pastry Chef Flor Jakarta, Saskia Auryn Nugraha, berbagi rahasia membuat pisang goreng sempurna. Tips ini bisa menjadi panduan bagi siapa pun yang ingin menikmati pisang goreng ala rumahan tanpa harus membayar harga selangit seperti versi Pinkan Mambo.


1. Gunakan Pisang Tanduk

Menurut Saskia, pisang tanduk adalah jenis pisang terbaik untuk digoreng. Bentuknya panjang menyerupai tanduk sapi dengan tekstur agak keras. Ketika digoreng, pisang tanduk akan mengalami proses karamelisasi alami yang menghadirkan rasa manis khas dan aroma wangi.

“Pisang tanduk kalau digoreng bakal caramelized, beda kalau dimakan langsung,” ujar Saskia dalam sesi pembukaan Jakarta Dessert Week 2025 di Mal Central Park, Jakarta Barat, Minggu (24/8/2025).

Selain pisang tanduk, jenis pisang lain yang cocok untuk pisang goreng adalah pisang kepok dan pisang barangan. Pisang kepok sebaiknya dipilih yang tidak terlalu matang agar tidak lembek, sementara pisang barangan akan memberi sensasi rasa sedikit asam yang unik.


2. Campur Dua Jenis Tepung

Kunci kerenyahan pisang goreng tidak hanya bergantung pada jenis pisang, tetapi juga pada tepung yang digunakan. Saskia menyarankan perpaduan antara tepung terigu dan tepung beras dengan perbandingan dua banding satu.

“Kalau mau lebih renyah, bisa pakai lebih banyak tepung beras,” jelas Saskia.

Untuk hasil maksimal, tambahkan juga baking powder dalam adonan. Bahan ini membantu adonan pisang goreng mengembang, ringan, dan renyah lebih lama.


3. Goreng dengan Api Sedang

Kesalahan umum saat menggoreng pisang adalah menggunakan api yang terlalu besar. Menurut Saskia, panas api sedang justru lebih baik karena membuat pisang matang merata tanpa menyerap terlalu banyak minyak.

“Durasi menggoreng pisang cukup sekitar tiga sampai lima menit,” katanya.

Dengan teknik ini, pisang goreng akan memiliki lapisan luar yang garing, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan manis alami.


Pisang Goreng: Dari Jajanan Tradisional hingga Jajanan Artis

Fenomena pisang goreng Pinkan Mambo menunjukkan bagaimana jajanan tradisional Indonesia kini bisa naik kelas menjadi produk berlabel premium dengan harga selangit. Meski begitu, resep rumahan tetap menjadi favorit masyarakat karena lebih terjangkau, sehat, dan bisa disesuaikan dengan selera.

Terlepas dari pro kontra harga pisang goreng artis, satu hal yang pasti: pisang goreng tetap menjadi salah satu kudapan paling populer di Indonesia. Kehadirannya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan kebersamaan yang melekat kuat di tengah masyarakat.