Babinsa Nogosari Dukung UMKM Mebel Jati Cabean Go Digital

Babinsa Nogosari, Boyolali, dorong UMKM mebel jati Cabean tingkatkan kualitas produksi dan pemasaran digital agar mampu bersaing hingga pasar nasional.

Babinsa Nogosari Dukung UMKM Mebel Jati Cabean Go Digital
Babinsa Nogosari Dukung UMKM Mebel Jati Cabean, Dorong Produksi dan Pemasaran Digital

BOYOLALI — JAGOK.CO – Upaya nyata TNI dalam memperkuat ketahanan ekonomi rakyat kembali terlihat di Kabupaten Boyolali. Babinsa Koramil 13/Nogosari, Kodim 0724/Boyolali, Serka Siswanto, melakukan kunjungan ke sentra pengrajin mebel kayu jati di Dukuh Cabean, Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari, pada Senin (22/09/25).

Kehadiran Babinsa bukan sekadar silaturahmi, melainkan wujud kepedulian TNI terhadap pelaku UMKM sektor kerajinan mebel jati Boyolali yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan. Di tengah persaingan global dan tantangan ekonomi yang kian berat, dukungan moril sekaligus strategis dari aparat teritorial diharapkan mampu memberi semangat baru bagi para pengrajin.

“Kerajinan mebel kayu jati di Dukuh Cabean sudah lama dikenal luas dan memiliki potensi besar untuk berkembang. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan nyata agar pengrajin bisa meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran,” ungkap Serka Siswanto.

Dalam dialog interaktif bersama pelaku UMKM mebel jati, Serka Siswanto menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi, mulai dari keterbatasan bahan baku, kurangnya akses modal, hingga tantangan pemasaran. Ia mendorong agar para pengrajin mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui platform digital marketing seperti marketplace, media sosial, dan katalog online. Dengan cara ini, produk unggulan Boyolali berpeluang menembus pasar nasional bahkan internasional.

“Mebel jati memiliki nilai jual tinggi jika dikelola secara profesional. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, dinas terkait, hingga pihak swasta untuk membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor,” tambahnya.

Selain memberikan motivasi, Babinsa juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, inovasi desain, serta membangun merek lokal yang kuat agar mebel jati Cabean tidak hanya dikenal karena ketahanan dan keindahan kayunya, tetapi juga karena nilai seni dan orisinalitas karya masyarakat setempat.

Langkah pendampingan yang dilakukan Babinsa Nogosari ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, terutama dalam peningkatan kesejahteraan warga melalui sektor UMKM. Dukungan TNI kepada pengrajin menjadi bukti nyata sinergi antara aparat pertahanan dan rakyat dalam membangun kemandirian ekonomi.

Kerajinan mebel jati Cabean sendiri merupakan warisan turun-temurun yang telah lama menjadi sumber mata pencaharian utama warga Desa Sembungan. Dengan adanya perhatian dari Babinsa, para pelaku UMKM optimis bisa menjaga tradisi sekaligus membawa produk lokal ke level yang lebih tinggi di era digital.