Wako Agung Resmikan Masjid Abid Sulthan di Rumbai
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meresmikan Masjid Abid Sulthan di Rumbai. Masjid bantuan donatur Uni Emirat Arab ini diharapkan menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial masyarakat.
PEKANBARU, JAGOK.CO – Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, meresmikan Masjid Abid Sulthan yang berlokasi di Jalan Perjuangan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (22/6/2026).
Peresmian Masjid Abid Sulthan ini menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat Sri Meranti dan Kecamatan Rumbai. Kehadiran rumah ibadah tersebut tidak hanya diharapkan menjadi tempat pelaksanaan salat berjemaah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan keagamaan, pembinaan umat, serta ruang sosial yang mampu mempererat hubungan masyarakat.
Masjid Abid Sulthan dibangun melalui dukungan donatur dari Uni Emirat Arab. Bantuan pembangunan ini menjadi wujud kepedulian terhadap penguatan sarana ibadah di Indonesia, khususnya di Kota Pekanbaru. Dengan berdirinya masjid tersebut, masyarakat sekitar kini memiliki fasilitas ibadah yang lebih representatif, nyaman, dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keumatan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur, yayasan, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam pembangunan Masjid Abid Sulthan. Menurutnya, keberadaan masjid ini memiliki nilai besar karena dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat, baik dalam bidang ibadah, pendidikan, maupun kegiatan sosial.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Masjid ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah, tetapi juga untuk pendidikan dan aktivitas masyarakat,” kata Wako Agung.
Agung menegaskan, masjid memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai tempat beribadah, masjid juga harus mampu menjadi pusat pembinaan akhlak, pendidikan Al-Qur’an, penguatan silaturahmi, serta penggerak kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ia berharap, kehadiran Masjid Abid Sulthan dapat semakin memakmurkan masyarakat, baik dari sisi spiritual, pendidikan, maupun kehidupan sosial. Dengan adanya fasilitas ibadah yang layak, masyarakat diharapkan semakin aktif mengikuti kegiatan keagamaan dan menjadikan masjid sebagai tempat membangun karakter generasi muda.
Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga berkomitmen menindaklanjuti aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur di sekitar lokasi masjid. Salah satu perhatian yang akan menjadi prioritas adalah perbaikan akses jalan menuju kawasan tersebut.
“Kami akan merealisasikan perbaikan jalan menuju akses utama, termasuk ruas jalan di sekitarnya agar aktivitas masyarakat semakin lancar,” ucapnya.
Menurut Agung, pembangunan sarana ibadah perlu didukung dengan infrastruktur lingkungan yang memadai. Akses jalan yang baik akan mempermudah masyarakat menuju masjid, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga di sekitar Kelurahan Sri Meranti.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Human Initiative, Sutarman, menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Abid Sulthan merupakan hasil kerja sama dengan lembaga donatur dari Uni Emirat Arab, yakni Sarjah Charity. Bantuan tersebut disalurkan melalui Human Initiative sebagai bagian dari program dukungan pembangunan sarana ibadah di Indonesia.
Masjid Abid Sulthan dibangun dengan ukuran 12x12 meter atau sekitar 144 meter persegi. Fasilitas yang tersedia di masjid ini meliputi tempat wudu terpisah untuk laki-laki dan perempuan, karpet penuh, serta sistem pengeras suara yang menunjang kegiatan ibadah dan dakwah.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari amanah donatur yang disalurkan melalui Human Initiative untuk mendukung sarana ibadah di Indonesia,” terang Sutarman.
Ia menambahkan, keberadaan Masjid Abid Sulthan diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Tidak hanya untuk salat lima waktu dan salat Jumat, masjid ini juga dapat menjadi tempat pengajian, pendidikan anak-anak, kegiatan remaja masjid, serta pembinaan masyarakat berbasis keagamaan.
Di sisi lain, perwakilan Yayasan Al Qudwah Liddirasatil Islamiyah, Zakrullah Abdurrahman, mengungkapkan bahwa pengajuan bantuan pembangunan masjid dilakukan sekitar enam bulan lalu. Setelah melalui proses administrasi dan koordinasi, pembangunan fisik masjid berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Zakrullah menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai kepada pihak yayasan. Bantuan tersebut langsung diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik masjid dengan nilai yang diperkirakan mencapai hampir setengah miliar rupiah.
“Masjid ini dapat menampung sekitar 200 hingga 300 jemaah. Kami berharap keberadaannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya Masjid Abid Sulthan di Rumbai, masyarakat Sri Meranti kini memiliki sarana ibadah yang lebih layak dan representatif. Masjid ini diharapkan tumbuh menjadi pusat cahaya keagamaan, pendidikan, dan kebersamaan sosial, sekaligus menjadi simbol kolaborasi kebaikan antara masyarakat, pemerintah, yayasan, dan donatur internasional.























