Wadansatgas TMMD Kodim Surakarta Tekankan Bela Negara dan Wasbang
Wadansatgas TMMD Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta, Mayor Inf Suwarko, beri penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada warga Karangasem, Laweyan, guna tanamkan nilai Pancasila dan semangat nasionalisme.
JAGOK.CO – SURAKARTA | Jumat, 1 Agustus 2025 – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-125 Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kodim 0735/Surakarta, tak hanya fokus pada sasaran fisik seperti pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur. Program lintas sektoral yang menggandeng berbagai pihak ini juga memprioritaskan pencapaian sasaran non fisik sebagai upaya memperkuat ketahanan nasional berbasis masyarakat.

Dalam kegiatan non fisik tersebut, Wadansatgas TMMD Reguler ke-125, Mayor Inf Suwarko, memimpin langsung penyuluhan tentang Wawasan Kebangsaan (Wasbang), Bela Negara, dan penguatan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis malam (31/07/2025) di Pendopo Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.
Penyuluhan tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga tampak serius dan bersemangat mengikuti materi yang disampaikan, yang bertujuan meningkatkan kesadaran nasional serta memperkokoh semangat cinta tanah air dalam menghadapi berbagai tantangan zaman dan potensi ancaman terhadap kedaulatan negara.
Mayor Inf Suwarko dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara merupakan pondasi penting dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa tugas membela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia.
“Penyuluhan ini bertujuan membina dan membentuk komponen masyarakat yang memiliki kepribadian kuat, nasionalisme tinggi, serta cinta tanah air. Dengan begitu akan tercipta masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, berdasarkan ideologi Pancasila dan UUD 1945,” jelas Mayor Suwarko.

Menurutnya, Bela Negara adalah manifestasi sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi kecintaan terhadap tanah air. Ini diwujudkan dalam kesiapan untuk mempertahankan eksistensi bangsa, baik secara fisik maupun non fisik. Bentuk fisik misalnya dengan mengangkat senjata dalam menghadapi serangan asing, sedangkan non fisik dapat dilakukan melalui peran aktif di berbagai bidang sesuai kemampuan masing-masing.
Ia juga mengingatkan bahwa UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Kesiapan berbakti kepada negara dan rela berkorban adalah inti dari semangat bela negara yang harus ditanamkan sejak dini.
“Bela negara bukan hanya ketika ada perang. Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga persatuan, membentengi diri dari paham radikal, hingga berkontribusi positif bagi lingkungan sosial merupakan bentuk nyata bela negara. Inilah yang ingin kami tanamkan melalui program TMMD ini,” tambahnya.
Program TMMD Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta tahun ini juga mencakup sejumlah sasaran fisik strategis seperti pembangunan saluran air sepanjang 586 meter, perbaikan MCK umum, pipanisasi di lima titik vital, peningkatan ketahanan pangan, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Dengan kombinasi pembangunan fisik dan pembinaan mental ideologi, TMMD Reguler ke-125 diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam karakter, nasionalisme, dan kesadaran bela negara demi masa depan Indonesia yang lebih baik.























