Sawit Tua Kebun TKD Pasaman Barat, Dinas Terkait Beri Penjelasan Soal Produktivitas
#JAGOK.CO
JAGOK.CO - Pasaman Barat - Kebun TKD (Tanah Kas Desa) yang masih jadi perhatian masyarakat di sampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Roni Hendri Eka Putra,S.Hut apa adanya hari Selasa 31/10/23.
Dalam wawancara eksklusif dengan wartawan media Jagok.co mengklarifikasi tentang kecurigaan masyarakat akan adanya dugaan kecurangan dalam pengelolaan TKD. Hal itu tidak benar tegasnya.
Guna membuat terang Informasi, Kepala Dinas Memanggil dua orang staff Yusril, S.P Bagian Teknis Perkebunan dan M.Zulfikar, S.P Analis Kebun, berdasarkan dari keterangan mereka berdua, bahwa Sawit TKD saat ini usia tanam lebih kurang 30 Tahun.
Kondisi tersebut berdampak pada penurunan Hasil Produksi, meningkatnya biaya perawatan serta memperbesar biaya operasional. Apalagi kebun sempat terbengkalai selama 6 bulan pada waktu terjadinya kisruh pelelangan Kebun TKD. Selama itu kebun sama sekali tidak dipanen dan dirawat sehingga rumput tumbuh besar dan padat, berdampak pada membengkaknya biaya perawatan.
Tenaga teknis perkebunan menambahkan, biaya panen sawit muda (produktif) di banding sawit tinggi dan sudah berusia tua Tidak sama, usia ideal sawit adalah 20 Tahun atau maximal 25 Tahun bila lebih dari itu selain menambah biaya perawatan juga akan menambah biaya operasional jelasnya
Kemudian di sampaikan juga kondisi lain penyebab turunnya produktivitas kebun adalah banyaknya batang sawit yang mulai tumbang karena sakit, serta kendala alam trek buah ( produksi buah menurun) yang biasa terjadi pada tanaman sawit manapun
Dalam wawancara singkat ini Roni selaku Kepala dinas Perkebunan dan Perternakan pada akhir wawancara menyampaikan bahwa apapun informasi yang beredar di tengah masyarakat kita selalu tanggapi dan disikapi dengan baik.

Wartawan Sam
Editor Thab411























