Keculasan Politik Mengaburkan Amanat Reformasi, Barata: Reformasi Diuji dari Rumah Kita

#JAGOK.CO

Keculasan Politik Mengaburkan Amanat Reformasi, Barata: Reformasi Diuji dari Rumah Kita
Tokoh Masyarakat Karo, Barata Sembiring, Bersama Roy Fachraby dan Bakhrul Khair Amal/Ist

JAGOK.CO - JAKARTA - Keculasan Politik Mengaburkan Amanat Reformasi, Barata: Reformasi Diuji dari Rumah Kita, Pesan dari Barata Sembiring sangatlah jelas: reformasi harus menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menegakkan supremasi hukum dan iklim demokrasi. Namun, saat ini amanat reformasi tersebut terlupakan karena keserakahan untuk mempertahankan kekuasaan, bahkan dengan keculasan politik.

 

Barata menyatakan keprihatinannya karena para pejabat yang dulunya berjuang untuk reformasi justru tidak mampu menjaga semangat reformasi tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka menggunakan amanat reformasi sebagai alat untuk tetap berkuasa tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.

 

Dia menyoroti perlakuan terhadap pembantu rumah tangga sebagai contoh. Meskipun pembantu bekerja keras untuk majikannya, seringkali mereka tidak diperlakukan dengan layak. Ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap sesama manusia.

 

Barata juga memberikan contoh tentang perlakuan yang sama terhadap pembantu dalam konteks pembangunan rumah. Dia menyebutkan bahwa dia dianggap aneh ketika meminta agar kamar pembantu dibangun dengan fasilitas yang sama dengan kamar majikan.

 

Hal ini juga tercermin dalam gagalnya untuk menyahkan undang-undang perlindungan pembantu, karena hal tersebut akan menghambat kebebasan para pejabat dalam memperlakukan pembantu sesuai keinginan mereka.

 

Pesan dari Barata adalah pentingnya menjaga semangat reformasi dalam kehidupan sehari-hari, dan perlunya memberikan perlakuan yang adil terhadap semua orang, termasuk pembantu rumah tangga.