BMKG: Hujan Lebat dan Petir Ancam Riau Malam Ini
BMKG Pekanbaru peringatkan potensi cuaca ekstrem di Riau, Senin (9/6/2025). Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah termasuk Pekanbaru, Kampar, dan Indragiri. Waspadai dampaknya terhadap banjir dan karhutla.
JAGOK.CO – PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Riau untuk Senin, 9 Juni 2025. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan melanda sejumlah daerah di Riau, terutama pada malam hingga dini hari.
Forecaster on duty BMKG Pekanbaru, Deby C, menyampaikan bahwa potensi hujan lebat tersebut diprediksi terjadi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu, serta Kota Pekanbaru. Kondisi cuaca ekstrem ini perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat.
“Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, radar cuaca mendeteksi hujan ringan di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan,” ujar Deby menjelaskan kondisi atmosfer terkini.
Sementara itu, pada siang hingga sore hari, potensi hujan ringan diprediksi terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Memasuki malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang kembali berpotensi mengguyur wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu, serta Pekanbaru. Adapun pada dini hari, hujan diprakirakan meluas ke wilayah Indragiri Hilir.
BMKG juga mencatat bahwa suhu udara di Riau berkisar antara 23,0 hingga 33,0 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara antara 55 hingga 99 persen. Arah angin bertiup dari selatan hingga barat dengan kecepatan antara 10 hingga 30 km/jam.
“Tinggi gelombang laut di perairan Riau saat ini masih berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter,” tambah Deby.
Selain itu, BMKG juga merilis informasi terkini mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada pembaruan data titik panas (hotspot) pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 87 hotspot tersebar di wilayah Pulau Sumatera. Di Provinsi Riau sendiri, terdapat empat titik panas yang terpantau, masing-masing tiga titik di Kabupaten Indragiri Hilir dan satu titik di Kota Dumai.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana seperti banjir, longsor, dan karhutla, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG melalui kanal resmi.
“Segera ambil langkah antisipasi bila terjadi hujan lebat, genangan air, atau angin kencang. Waspadai pula potensi sambaran petir yang membahayakan keselamatan,” tutup Deby.
























