Wako Pekanbaru: IOX Raja Bukti Komunitas Bisa Bawa Manfaat Nyata
Wako Pekanbaru Agung Nugroho tutup Indonesia Offroad Expedition Riau-Jambi, soroti aksi sosial, penanaman pohon, dan bantuan bencana.
PEKANBARU, JAGOK.CO – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho secara resmi menutup rangkaian kegiatan Indonesia Offroad Expedition Riau-Jambi (IOX Raja) 2026, sebuah ekspedisi lintas provinsi yang tidak hanya menguji ketangguhan peserta, tetapi juga mengusung misi sosial, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya pada acara finish dan penutupan yang digelar di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (7/2/2026), Agung menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup serta solidaritas kemanusiaan bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga sosial, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, saya mengucapkan selamat datang sekaligus selamat kepada seluruh peserta IOX Raja yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan hingga titik akhir dengan penuh semangat, kebersamaan, dan disiplin,” ujar Agung Nugroho.
IOX Raja: Dari Ekspedisi Offroad Menjadi Gerakan Sosial
Agung menilai IOX Raja bukan sekadar ajang komunitas otomotif atau perjalanan jarak jauh, melainkan telah berevolusi menjadi gerakan sosial berbasis komunitas yang membawa pesan kuat tentang solidaritas, kepedulian lingkungan, dan kemanusiaan lintas wilayah.
“IOX Raja telah berkembang menjadi gerakan sosial yang sarat nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui aksi nyata, komunitas ini menunjukkan bahwa kekuatan kebersamaan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” katanya.
Ia menekankan bahwa komunitas offroad dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan, terutama di wilayah terpencil yang sulit dijangkau.
Aksi Nyata: Jalan Evakuasi, Bantuan Bencana, Air Bersih, hingga Reboisasi
Selama pelaksanaan IOX Raja, para peserta tidak hanya menempuh rute ekstrem lintas Riau dan Jambi, tetapi juga melakukan berbagai aksi sosial dan lingkungan yang konkret dan terukur, di antaranya:
- Pembukaan jalan evakuasi di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, untuk meningkatkan akses darurat bagi masyarakat setempat.
- Penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Solok, berupa 1.000 eksemplar Alquran dan 1.000 kain sarung.
- Pemasangan saluran irigasi air bersih sepanjang satu kilometer, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga desa.
- Penanaman 600 bibit pohon di kawasan penyangga Hutan Rimbang Baling, Provinsi Riau, pada lahan seluas sekitar dua hektare sebagai bagian dari upaya konservasi dan mitigasi perubahan iklim.
“Ini menjadi bukti bahwa IOX hadir bukan hanya membawa semangat persaudaraan, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian alam,” tegas Agung.
Persaudaraan Lintas Provinsi, Suku, dan Latar Belakang
Lebih lanjut, Wali Kota Pekanbaru menyampaikan bahwa IOX Raja membawa pesan persaudaraan lintas batas wilayah, suku, profesi, dan latar belakang sosial. Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan tersebut sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan penguatan karakter sosial masyarakat.
“Kegiatan ini menyampaikan pesan kuat bahwa persaudaraan dapat melintasi batas wilayah, perbedaan suku, serta latar belakang, bahkan antarprovinsi. Nilai ini sangat penting untuk memperkuat kohesi sosial bangsa,” ujar Agung.
Ia juga menilai bahwa model kegiatan seperti IOX Raja dapat menjadi contoh kolaborasi komunitas dengan pemerintah dan masyarakat dalam membangun solidaritas sosial dan ketahanan lingkungan.
Harapan: IOX Raja Dimulai dari Pekanbaru Tahun Depan
Dalam kesempatan tersebut, Agung Nugroho menyampaikan harapannya agar kegiatan IOX Raja dapat terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun mendatang. Ia bahkan mengusulkan agar Pekanbaru menjadi titik awal ekspedisi IOX Raja berikutnya.
“Kami sangat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan. Kami ingin acara IOX ini dimulai dari Pekanbaru pada tahun depan. Insya Allah, kami jamu di Rumah Singgah Tuan Kadi,” pungkasnya.























