Pasha Ungu Bantah Isu Mundur dari DPR RI, Tegaskan Masih Emban Amanat Rakyat
Pasha Ungu tepis isu pengunduran diri dari DPR RI. Ia tegaskan tetap jalankan amanat rakyat, hadiri rapat Komisi VIII bahas RUU Haji dan Umrah.
JAGOK.CO – JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Purnomo Said atau yang lebih dikenal publik dengan nama Pasha Ungu, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyatakan mundur dari kursi parlemen sebagaimana ramai diberitakan di media sosial. Klarifikasi tegas ini disampaikan Pasha usai menghadiri Rapat Komisi VIII DPR RI yang membahas Revisi Undang-Undang (RUU) Haji dan Umrah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
“Hari ini saya hadir rapat, jadi jelas saya masih aktif menjalankan tugas di DPR RI,” tegas Pasha kepada wartawan, sekaligus membantah isu liar yang beredar terkait pengunduran dirinya dari legislatif.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menekankan, tidak semua isu yang menyangkut dirinya harus ditanggapi. Menurutnya, kabar pengunduran diri yang viral di media sosial hanyalah informasi menyesatkan (hoaks) yang tidak memiliki dasar.
“Saya tidak pernah membuat pernyataan akan mundur dari DPR RI. Jadi apa yang harus saya klarifikasi?” ujar Pasha. Ia menambahkan, di era kebebasan informasi saat ini, sering muncul pemberitaan tanpa verifikasi yang kemudian menimbulkan kegaduhan publik.
Lebih jauh, Pasha mengaku mendapat banyak telepon dari berbagai pihak, termasuk konstituen di daerah pemilihannya, gara-gara isu pengunduran diri tersebut. Ia menegaskan bahwa amanat yang diembannya sebagai wakil rakyat merupakan tanggung jawab serius yang tidak bisa dilepaskan begitu saja.
“Kita ini punya tanggung jawab besar. Saya memikul amanat dari masyarakat, khususnya di daerah pemilihan saya. Jadi kalau baru satu tahun menjabat lalu tiba-tiba mundur, itu jelas bukan sikap kesatria,” ucap Pasha.
Sebagai catatan, kabar mengenai pengunduran diri Pasha dari DPR RI beredar luas di media sosial dalam bentuk video disertai narasi provokatif. Isinya menyebut Pasha enggan menikmati apa yang disebut sebagai “uang haram” anggota dewan. Isu tersebut mencuat tidak lama setelah sikap Pasha yang memilih diam ketika sejumlah anggota DPR RI berjoget usai mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI, beberapa waktu lalu.
Dengan tegas, Pasha membantah narasi tersebut dan meminta publik lebih kritis terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya. Ia menekankan kembali bahwa fokus utamanya adalah menjalankan amanat rakyat melalui kursi DPR RI serta memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat nasional, bukan mengikuti isu-isu yang berpotensi memecah kepercayaan publik.























