Pacu Jalur Kuansing Viral, Dunia Tertuju ke Riau
Pacu Jalur Teluk Kuantan 2025 di Tepian Datuk Lelo Budi membeludak viral, jadi pusat perhatian dunia. Tradisi Kuansing ini dorong Riau ke peta budaya internasional.
JAGOK.CO – TELUK KUANTAN, Minggu 20 Juli 2025, Antusiasme luar biasa menyelimuti even budaya terbesar di Riau, Pacu Jalur Rayon IV yang digelar di Tepian Datuk Lelo Budi, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Selama tiga hari berturut-turut, sejak hari pertama hingga final pada Minggu (20/7), ribuan penonton dari berbagai penjuru tumpah ruah memadati tepian sungai yang menjadi saksi sejarah perlombaan tradisional kebanggaan masyarakat Kuansing tersebut.
Even ini bukan sekadar pesta budaya, namun telah menjelma menjadi magnet wisata internasional. Pacu Jalur yang dahulu hanya dikenal secara lokal, kini viral di berbagai platform media sosial dan pemberitaan global. Tayangan drone dan siaran langsung yang menampilkan semangat gotong-royong para anak pacu serta sorak sorai penonton, membuat dunia seakan tersedot ke tengah denyut nadi kebudayaan Kuansing.
"Ini luar biasa! Kami kewalahan menampung jumlah penonton yang terus membeludak setiap harinya. Semua hotel dan penginapan penuh, UMKM pun panen rezeki," ujar salah satu panitia pelaksana yang mengaku tak menyangka euforia Pacu Jalur tahun ini melampaui ekspektasi.
Tak hanya masyarakat lokal, pelancong dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura hingga wisatawan mancanegara asal Jepang, Jerman, dan Belanda pun turut menyaksikan kemegahan budaya ini. Bahkan sejumlah influencer budaya dan travel vlogger dunia diketahui hadir langsung di tepian Lelo Budi, mengabadikan momen dan membagikannya ke jutaan pengikut mereka.
Fenomena ini menegaskan bahwa Kabupaten Kuantan Singingi, sebagai daerah pemekaran dari Indragiri Hulu (Inhu), telah menempatkan diri sebagai pusat perhatian dunia melalui kekuatan kearifan lokalnya. Pacu Jalur bukan hanya tradisi, tetapi identitas dan potensi ekonomi budaya yang kini mulai dihargai secara global.
Bupati Kuantan Singingi, Drs. H. Suhardiman Amby, Ak, MM, yang juga bergelar Datuk Panglimo Dalam, menyatakan bahwa budaya Pacu Jalur adalah kebanggaan yang tak ternilai bagi masyarakat Kuansing dan kini terbukti menjadi aset diplomasi budaya yang mengangkat nama daerah ke tingkat dunia.
“Inilah marwah kita, marwah Kuansing. Pacu Jalur bukan sekadar lomba, tapi kehormatan adat, kekuatan gotong-royong, dan warisan luhur yang kini ditonton dunia. Kita bersyukur, Kuansing bisa berdiri di panggung internasional lewat jantung budayanya sendiri,” ungkap Suhardiman Amby dalam sambutan resminya.
Media-media nasional dan internasional juga turut menyoroti perhelatan ini. Kata kunci “Pacu Jalur Teluk Kuantan” sempat trending di media sosial Twitter dan Instagram, bahkan beberapa portal budaya Asia Tenggara menempatkan Pacu Jalur sebagai agenda wisata budaya unggulan yang wajib dikunjungi tahun ini.
Dengan ledakan antusiasme ini, masyarakat Kuansing semakin yakin bahwa budaya adalah kekuatan terbesar yang dimiliki daerah. Dan kini, Riau tidak hanya dikenal sebagai provinsi kaya sumber daya alam, tetapi juga sebagai pusat perhatian dunia berkat warisan budaya yang hidup, dinamis, dan membanggakan.

Editor: Thab212
Wartawan: Wirman Patopang























