IKLA Riau Satukan Paguyuban Luhak Agam di Bawah Satu Panji

Ngopi sore tokoh IKLA Rumah Gadang Saiyo di Pekanbaru hasilkan kesepakatan penting: menyatukan seluruh paguyuban Luhak Agam di Riau di bawah satu nama, tanpa embel-embel, demi memperkuat silaturrahim dan sinergi pembangunan daerah.

IKLA Riau Satukan Paguyuban Luhak Agam di Bawah Satu Panji
Ngopi Sore Pemersatu Anak Nagari: IKLA Riau Satukan Langkah di Bawah Panji Rumah Gadang Saiyo

JAGOK.CO – PEKANBARU, Minggu 3 Agustus 2025 — Suasana akrab dan penuh rasa badunsanak menyelimuti sore itu ketika Ketua Umum IKLA Rumah Gadang Saiyo, Yosrizal, ST, M.Si, memimpin pertemuan santai bertajuk Ngopi Sore Pemersatu Anak Nagari. Pertemuan yang berlangsung hangat ini menghadirkan para tokoh Niniak Mamak, perwakilan IKLA RGS, IKLA PR, serta IKBA, yang semuanya merupakan organisasi paguyuban masyarakat Luhak Agam yang bermukim di tanah rantau, khususnya di wilayah Riau dan sekitarnya.

Dalam momen penuh makna ini, disepakati satu komitmen besar: penyatuan langkah dan semangat di bawah panji IKLA (Ikatan Keluarga Luhak Agam), tanpa embel-embel tambahan di belakang nama. Gagasan ini lahir dari akar rumput—aspirasi murni masyarakat Luhak Agam, dari para Niniak Mamak, Bundo Kanduang, hingga generasi muda yang merindukan persatuan, kekompakan, dan jati diri yang kuat di rantau.

Nama Tunggal, Jiwa Kolektif

Kesepakatan ini menegaskan bahwa untuk lingkup wilayah Riau, seluruh paguyuban akan berada dalam satu naungan nama besar IKLA, tanpa tambahan kata lain. Sementara itu, struktur paguyuban di daerah kabupaten/kota tetap mempertahankan identitas lokal masing-masing seperti:

  • IKEDA Dumai

  • IKEDA Duri

  • IKLA RGS Pekanbaru

  • IKLA Pelalawan

  • IKKAB Inhu

  • IKLA Kuansing

  • IKABU Inhil

  • IKAB Meranti

  • IKLA Siak Sri Indrapura

  • IKLA Ujung Batu

  • IKLA Bandar Petalangan

  • IKAB Belilas

  • IKABA Pasir Pangiraian

  • IKLA Kandis

  • IKLA Kampar, dan lainnya.

Dengan tetap menjaga kekayaan identitas lokal, kesatuan ini diharapkan mampu membangun kekuatan kolektif masyarakat Luhak Agam di perantauan, khususnya dalam memperkuat posisi sosial, budaya, dan ekonomi di tengah dinamika pembangunan wilayah.

Silaturrahim Badunsanak: Melangkah Bersama Menuju Kemajuan

Pertemuan ini juga menandai tekad bersama untuk memperkuat silaturrahim yang berkelanjutan. Harapannya, dari pertemuan sederhana seperti ngopi sore, dapat lahir ide-ide besar yang mampu menjembatani sinergi antara organisasi paguyuban dengan pemerintah di berbagai tingkatan. Baik di provinsi, kabupaten, maupun kota, IKLA siap berperan aktif dalam mendorong kemajuan masyarakat Luhak Agam sekaligus memberi kontribusi positif bagi pembangunan daerah secara umum.

Dalam kesempatan ini, hadir sejumlah tokoh sentral Niniak Mamak yang memberikan pandangan dan restunya terhadap semangat pemersatu tersebut, di antaranya:

  • Nehri Mangkuto Ameh Dt. Mangkuto Alam

  • Ir. H. Yusman Umar St. Bandaro

  • H. Djauzir, SH Dt. Mangkudun

Untuk memperkuat komunikasi dan menjangkau para tokoh Luhak Agam yang belum sempat hadir, juga disepakati pembentukan tim mediator khusus yang dikomandoi oleh AKBP (Purn) Pol. Daryen. Tim ini akan menjalankan misi silaturrahim dan penyatuan gagasan demi merawat rasa kebersamaan dan menghimpun seluruh potensi anak nagari.

Menuju IKLA yang Berwibawa dan Inklusif

Ketua Umum IKLA Rumah Gadang Saiyo, Yosrizal, dalam sambutannya menekankan pentingnya solidaritas dan integritas organisasi sebagai pijakan utama untuk melangkah jauh ke depan.

“Tidak ada kekuatan yang lebih hebat dari persatuan. Dengan satu nama, satu jiwa, dan satu tujuan, IKLA akan menjadi payung yang menaungi semua—tanpa menghapus jati diri lokal, justru menguatkannya. Mari kita buktikan bahwa urang awak bisa kompak dan berkontribusi nyata di tanah rantau,” tegasnya.

Pertemuan ini direncanakan akan menjadi agenda rutin, sebagai forum silaturrahim dan konsolidasi, sekaligus ruang berbagi gagasan demi memperkuat nilai-nilai budaya, mempererat hubungan sosial, dan mendorong pemberdayaan komunitas.

Dengan satu nama: IKLA, semangat urang awak dari Luhak Agam di tanah rantau siap bergema lebih kuat—menjadi kekuatan sosial yang inklusif, bermartabat, dan berperan strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.