Babinsa dan Puskesmas Evakuasi Pasien ODGJ di Boyolali
Babinsa Koramil dan Puskesmas Wonosamudro evakuasi pasien ODGJ di Boyolali demi keselamatan warga dan pemulihan medis di RSUD Simo.
JAGOK.CO – BOYOLALI – Bentuk sinergi antara TNI dan tenaga kesehatan kembali terlihat dalam penanganan kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kabupaten Boyolali. Pada Rabu, 2 Juli 2027, Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Serka Budi Catur, bersama petugas Puskesmas Wonosamudro dan didukung warga sekitar, melaksanakan proses evakuasi terhadap seorang pasien ODGJ berinisial T yang tinggal di Dukuh Kalikidang, Desa Repaking, Kecamatan Wonosamudro.
Evakuasi ini dilakukan sebagai langkah kemanusiaan sekaligus upaya menjaga kondusivitas lingkungan. Serka Budi Catur menjelaskan bahwa langkah evakuasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan jiwa dan respons cepat terhadap potensi gangguan sosial yang dapat ditimbulkan.

“Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian demi keselamatan pasien dan kenyamanan masyarakat. Setelah berhasil dievakuasi, pasien langsung kami bawa ke RSUD Simo menggunakan ambulans Puskesmas, dengan pendampingan dari pihak keluarga,” ujar Serka Budi. Ia juga menyampaikan harapan besar agar pasien bisa memperoleh penanganan medis yang layak dan kelak dapat kembali hidup normal bersama keluarga serta masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peran Babinsa tidak hanya terbatas pada bidang pertahanan dan keamanan wilayah, tetapi juga aktif dalam sektor kemanusiaan dan kesehatan masyarakat. Dalam konteks penanganan ODGJ, keterlibatan Babinsa menjadi sangat vital untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar, aman, dan humanis.

Danramil 17/Wonosegoro, Kapten Inf Dwi Supriyanto, menambahkan bahwa sinergitas Babinsa dengan unsur pemerintah desa seperti Bhabinkamtibmas, bidan desa, dan petugas medis merupakan pilar penting dalam mendampingi warga dengan kebutuhan khusus, seperti ODGJ. Kolaborasi lintas sektor ini diyakini mampu menciptakan rasa aman, memperkuat ketahanan sosial masyarakat, dan membangun kepercayaan publik terhadap aparat negara.
“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai representasi TNI, tetapi juga sebagai ujung tombak pelayanan kemanusiaan. Dalam kasus ODGJ ini, keterlibatan kami bertujuan memastikan bahwa setiap warga, tanpa kecuali, mendapatkan perlakuan yang layak dan penuh empati,” ungkap Kapten Dwi Supriyanto.

Dengan evakuasi ini, aparat berharap pasien segera mendapat penanganan medis yang tepat di RSUD Simo serta dapat menjalani proses pemulihan secara optimal. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan aparat teritorial juga diimbau terus menjaga komunikasi dan koordinasi demi mencegah potensi gangguan sosial serupa di kemudian hari.
























