Pecah Kejutan! Keramat Jubah Merah Muaro Sentajo Sabet Gelar Sang Jawara Tepian Burondo 2026
Keramat Jubah Merah asal Desa Muaro Sentajo sukses meraih Juara I Pacu Jalur Tepian Burondo Pangean 2026 setelah mengalahkan sejumlah jalur unggulan. Bupati Kuansing H. Suhardiman Amby memberikan apresiasi atas prestasi membanggakan tersebut.
PANGEAN, JAGOK.CO – Kejutan besar mewarnai perhelatan Pacu Jalur Tepian Burondo Desa Pulau Rengas, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Tahun 2026. Jalur Keramat Jubah Merah dari Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, tampil luar biasa dan sukses mencuri perhatian publik dengan menorehkan sejarah baru sebagai juara utama dalam salah satu gelanggang pacu jalur paling bergengsi di daerah tersebut.
Dijuluki sebagai "kuda hitam" dalam kompetisi tahun ini, Keramat Jubah Merah mampu membungkam berbagai prediksi dan membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan dalam peta persaingan Pacu Jalur Kuantan Singingi.
Pada partai final yang berlangsung sengit dan disaksikan ribuan pasang mata, Minggu (21/6/2026) petang, Keramat Jubah Merah berhasil mengungguli Sari Jadi Gementar Alam dari Desa Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang. Kemenangan tersebut memastikan jalur kebanggaan masyarakat Muaro Sentajo itu berdiri gagah di podium tertinggi sekaligus menyandang gelar Sang Jawara Tepian Burondo Pangean Tahun 2026.
Keberhasilan tersebut semakin terasa istimewa karena sepanjang turnamen Keramat Jubah Merah harus menghadapi sejumlah jalur unggulan yang sebelumnya dijagokan menjadi kandidat juara. Bahkan pada babak-babak krusial, Keramat Jubah Merah sukses menyingkirkan Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Kecamatan Cerenti yang sejak awal disebut-sebut sebagai salah satu favorit kuat untuk meraih gelar juara.
Prestasi gemilang itu sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin latihan, strategi yang matang, serta semangat kebersamaan masyarakat mampu melahirkan pencapaian luar biasa di arena Pacu Jalur, tradisi budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Kuantan Singingi selama ratusan tahun.
Bupati Kuansing Beri Apresiasi Tinggi
Atas keberhasilan tersebut, Bupati Kuantan Singingi, H. Suhardiman Amby, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet pemacu, pengurus jalur, tokoh masyarakat, serta warga Desa Muaro Sentajo yang telah berjuang dan memberikan dukungan penuh hingga berhasil meraih prestasi membanggakan.
"Selamat kepada Jalur Keramat Jubah Merah yang berhasil meraih gelar Sang Jawara pada Pacu Jalur Tepian Burondo Pangean Tahun 2026. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, dan tentunya bagi masyarakat Kuantan Singingi secara keseluruhan," ujar Suhardiman Amby.
Menurutnya, kemenangan tersebut tidak hanya bermakna sebagai keberhasilan dalam sebuah perlombaan olahraga tradisional, tetapi juga menjadi simbol kuatnya semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah.
Bupati menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan mendayung perahu panjang, melainkan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kuansing yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
"Saya berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan pada event-event berikutnya. Teruslah berlatih, jaga kekompakan, tingkatkan kemampuan, dan persiapkan diri menghadapi gelanggang yang lebih besar, termasuk event tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional," tegas Bupati yang saat itu didampingi Asisten III Setdakab Kuansing Drs. Azhar serta Camat Pangean Suwandi, S.Pd., M.M.
Lebih lanjut, Suhardiman menilai keberhasilan Keramat Jubah Merah menjadi bukti nyata bahwa pembinaan atlet yang berkelanjutan dan dukungan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga eksistensi Pacu Jalur sebagai warisan budaya kebanggaan Kabupaten Kuantan Singingi.
Kepala Desa Muaro Sentajo: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat
Sementara itu, Kepala Desa Muaro Sentajo, Halmadi Asmara, mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian bersejarah yang berhasil diraih jalur kebanggaan desanya tersebut.
Menurut Halmadi, kemenangan Keramat Jubah Merah bukanlah hasil kerja segelintir orang, melainkan buah dari perjuangan panjang, kekompakan, dan dukungan seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus memberikan perhatian terhadap perkembangan jalur tersebut.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Terima kasih kepada seluruh atlet pemacu, pengurus jalur, para donatur, tokoh masyarakat, perantau, pemuda, dan seluruh warga Muaro Sentajo yang telah berjuang bersama. Ini adalah kemenangan kita bersama," ujar Halmadi.
Halmadi yang juga merupakan dosen Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) menegaskan bahwa kemenangan tersebut menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Pacu Jalur yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur masyarakat Kuantan Singingi.
Menurutnya, keberhasilan Keramat Jubah Merah harus menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut terlibat aktif dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan tradisi budaya daerah.
"Kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan. Justru ini adalah awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Kami akan terus berupaya menjaga prestasi dan nama baik Keramat Jubah Merah di setiap gelanggang Pacu Jalur yang akan datang," tegasnya.
Ribuan Penonton Padati Arena Tepian Burondo
Gelaran Pacu Jalur Tepian Burondo Tahun 2026 berlangsung dalam suasana meriah dan penuh antusiasme. Sejak pagi hari, ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kuantan Singingi bahkan dari daerah sekitar telah memadati kawasan arena perlombaan untuk menyaksikan persaingan jalur-jalur terbaik.
Teriakan dukungan, tabuhan musik tradisional, serta gemuruh sorak penonton terus menggema sepanjang perlombaan berlangsung. Puncak kemeriahan terjadi ketika Keramat Jubah Merah melesat di lintasan terakhir dan berhasil menyentuh garis finis lebih dahulu.
Sorak-sorai penonton langsung pecah, menandai lahirnya sang juara baru yang sukses mengukir sejarah di Tepian Burondo Pangean.
Kemenangan ini menjadi catatan penting dalam perjalanan Keramat Jubah Merah. Untuk pertama kalinya, jalur asal Desa Muaro Sentajo tersebut berhasil menorehkan namanya sebagai penguasa Tepian Burondo Pangean dan masuk dalam jajaran jalur elite yang siap bersaing di berbagai gelanggang besar Pacu Jalur Kuantan Singingi.
Daftar Lengkap 10 Besar Pacu Jalur Tepian Burondo Pangean Tahun 2026
-
Keramat Jubah Merah – Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya
-
Sari Jadi Gementar Alam – Desa Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang
-
Cahayo Koghi Tuah Nagori – Desa Teratak Jering, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang
-
Alam Cahayo Tuah Nagoghi – Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti
-
Panglimo Hitam Bintang Nagoghi – Desa Ketaping Jaya, Kecamatan Inuman
-
Raja Laut – Desa Sungai Sorik, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang
-
Singa Ngarai – Desa Pulau Kalimanting, Kecamatan Benai
-
Putri Mahkota Bunga Setangkai – Desa Sigaruntang, Kecamatan Inuman
-
Tuah Keramat Bukit Embun – Desa Gumanti, Kecamatan Peranap
-
Sangkiang Indah – Desa Pasar Inuman, Kecamatan Inuman
Dengan hasil tersebut, Keramat Jubah Merah resmi mengukuhkan diri sebagai jawara baru Tepian Burondo Pangean Tahun 2026. Kini perhatian masyarakat Kuantan Singingi tertuju pada kiprah jalur kebanggaan Muaro Sentajo itu di berbagai gelanggang berikutnya, terutama menjelang rangkaian event besar Pacu Jalur tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional yang diprediksi akan berlangsung semakin kompetitif dan sarat gengsi.
Di tengah ketatnya persaingan antarjalur, kemenangan Keramat Jubah Merah menjadi bukti bahwa semangat juang, kekompakan tim, serta dukungan masyarakat mampu melahirkan prestasi yang membanggakan sekaligus memperkuat eksistensi Pacu Jalur sebagai warisan budaya tak ternilai milik masyarakat Kuantan Singingi dan Provinsi Riau.


Aswirmanto 





















