Warga RT 03/RW 04 Tangkerang Barat Gotong Royong Sambut HUT RI ke-81
Warga RT 03/RW 04 Tangkerang Barat, Pekanbaru, kompak gotong royong membersihkan lingkungan. Rusmanto dorong seluruh RT/RW peduli sampah.
PEKANBARU, JAGOK.CO – Semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin disibukkan dengan berbagai aktivitas. Hal itu terlihat dari kekompakan warga RT 03/RW 04, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, yang melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan kebersihan lingkungan yang dilaksanakan secara serentak di wilayah Kelurahan Tangkerang Barat. Gerakan ini menindaklanjuti instruksi Pemerintah Kota Pekanbaru melalui kelurahan dan jajaran RT/RW, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta Hari Jadi Provinsi Riau ke-69.
Surat Kelurahan Tangkerang Barat Nomor 67/440-TB/VIII/2026 tertanggal 7 Agustus 2026 sebelumnya telah mengimbau seluruh Ketua RT/RW beserta jajaran untuk mengajak masyarakat melaksanakan gotong royong serentak di lingkungan masing-masing.
Dalam surat tersebut, terdapat sejumlah sasaran utama kegiatan, yakni membersihkan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal, membersihkan badan jalan di lingkungan RT/RW serta memastikan drainase lingkungan dalam kondisi bersih.

Budaya Gotong Royong Jangan Sampai Hilang
Di tengah perkembangan kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin modern dan padat aktivitas, budaya gotong royong dinilai menjadi salah satu nilai sosial yang harus terus dipertahankan.
Kekompakan warga RT 03/RW 04 menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan semangat kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat.
Ketua RT 03/RW 04, Haji Erman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah hadir serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong tersebut.
"Terima kasih kepada warga yang telah hadir mengikuti instruksi dari Wali Kota melalui kelurahan dan RT/RW. Alhamdulillah, sekarang warga RT 03/RW 04 telah melaksanakan gotong royong dengan semangat kebersamaan," ujar Haji Erman.
Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam kegiatan gotong royong bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan silaturahmi antarwarga.
Gotong royong, kata dia, merupakan bagian dari budaya bangsa Indonesia yang diwariskan para leluhur dan harus terus dijaga keberadaannya di tengah perubahan zaman.
"Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dipertahankan. Lingkungan bersih, masyarakat kompak dan silaturahmi antarwarga juga semakin kuat," tambahnya.

Rusmanto Dorong Seluruh RT/RW Aktif Pantau Sampah
Sementara itu, Lurah Tangkerang Barat, Rusmanto, S.Sos., mengatakan pelaksanaan gotong royong di lingkungan Kelurahan Tangkerang Barat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.
Menurut Rusmanto, sebagian RT/RW melaksanakan kegiatan gotong royong pada Minggu (9/8/2026), sementara sejumlah wilayah lainnya telah lebih dahulu melaksanakan kegiatan serupa pada pekan sebelumnya.
Ia mencontohkan, ada warga yang menyampaikan kepadanya bahwa mereka tidak melaksanakan gotong royong pada Minggu ini karena sebelumnya telah melakukan kegiatan kebersihan bersama masyarakat.
"Ada yang melaksanakan hari ini, ada juga yang telah melaksanakan pada Minggu lalu. Kemarin ada yang menelepon saya dan menyampaikan bahwa mereka tidak melaksanakan gotong royong hari ini karena Minggu lalu sudah melakukan gotong royong bersama masyarakat," kata Rusmanto.
Meski demikian, Rusmanto berharap semangat kebersihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia ingin seluruh RT dan RW di Kelurahan Tangkerang Barat ikut bergerak menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
"Saya ingin menjelang tanggal 17 ini semua RT dan RW melakukan gotong royong dan memantau keadaan lingkungan, terutama terkait masalah sampah," tegasnya.

Warga Diminta Bersama LPS Atasi Persoalan Sampah
Lebih jauh, Rusmanto juga mendorong masyarakat Kelurahan Tangkerang Barat untuk bersama-sama memperkuat kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) agar persoalan sampah di lingkungan masyarakat dapat ditangani secara lebih terarah.
Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kesadaran dan keterlibatan masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga, RT, RW hingga kelurahan.
"Saya ingin semuanya, masyarakat kita yang ada di Kelurahan Tangkerang Barat, bergabung dengan LPS supaya permasalahan sampah yang ada di Kelurahan Tangkerang Barat ini bisa teratasi," pungkasnya.
Gerakan gotong royong yang berlangsung di RT 03/RW 04 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Di tengah kesibukan warga Kota Pekanbaru, masih adanya masyarakat yang menyempatkan diri turun langsung membersihkan lingkungan menjadi potret bahwa budaya gotong royong belum sepenuhnya terkikis oleh perubahan kehidupan perkotaan.
Semangat tersebut menjadi semakin bermakna ketika gotong royong tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membersihkan sampah dan lingkungan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, serta rasa memiliki terhadap lingkungan tempat masyarakat tinggal.
Menjelang 17 Agustus 2026, kebersihan lingkungan diharapkan tidak hanya menghadirkan kawasan permukiman yang lebih bersih dan nyaman, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat kebersamaan yang menjadi salah satu karakter kuat masyarakat Indonesia.
Gotong royong akhirnya bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi merawat sebuah warisan sosial bangsa agar tetap hidup dari generasi ke generasi.



Veter Marlius Munandar 





















