Mahasiswa KUKERTA UNRI Latih Pembuatan Abon Jantung Pisang di Seberang Tembilahan Barat
Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau menggelar pelatihan pembuatan JABONKU (Abon Jantung Pisang), pengemasan, dan branding produk bagi ibu-ibu PKK di Kelurahan Seberang Tembilahan Barat untuk mendorong UMKM dan inovasi pangan lokal.
SEBERANG TEMBILAHAN BARAT, JAGOK.CO – Komitmen dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal terus diwujudkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau melalui berbagai program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat Pelatihan Pembuatan JABONKU (Abon Jantung Pisang), Pelatihan Pengemasan Produk, serta Pelatihan Pembuatan Label dan Branding Produk yang digelar pada Minggu (12/7/2026) di Lapangan Voli Kelurahan Seberang Tembilahan Barat, Kabupaten Indragiri Hilir.
Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mengembangkan inovasi pangan berbasis potensi lokal. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat didorong untuk mampu mengolah bahan pangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang memiliki peluang bersaing di pasar.
Program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan mengolah jantung pisang menjadi abon berkualitas, tetapi juga memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya pengemasan produk yang higienis, menarik, serta strategi branding sebagai identitas usaha. Dengan demikian, masyarakat memperoleh bekal yang lebih lengkap mulai dari proses produksi hingga pemasaran produk.
Dalam sesi praktik pembuatan JABONKU (Abon Jantung Pisang), mahasiswa KUKERTA Universitas Riau memperkenalkan berbagai bahan yang digunakan, di antaranya jantung pisang rebus, daging ayam suwir, santan, garam, gula, udang rebon sangrai, serta aneka rempah pilihan seperti bawang merah, bawang putih, kunyit bakar, terasi, cabai merah keriting, ketumbar, serai, daun jeruk, lengkuas, dan merica bubuk. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan abon dengan cita rasa gurih, aroma khas rempah, serta kandungan gizi yang bernilai.

Peserta kemudian diajak mengikuti setiap tahapan pembuatan secara langsung. Proses dimulai dari menghaluskan seluruh bumbu, kemudian menumisnya hingga mengeluarkan aroma harum. Setelah itu, daging ayam suwir dan jantung pisang rebus dimasukkan ke dalam tumisan bumbu, lalu dicampurkan bersama santan, gula, garam, dan udang rebon sangrai agar cita rasanya semakin kaya.
Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan penambahan serai, daun jeruk, lengkuas, serta ketumbar yang kembali ditumis untuk memperkuat aroma dan rasa. Seluruh bahan kemudian dimasak menggunakan api kecil sambil terus diaduk secara perlahan hingga kadar air berkurang dan menghasilkan abon yang kering, berserat halus, berwarna kecokelatan, serta siap dikemas menjadi produk pangan bernilai jual.
Selain mengajarkan teknik pengolahan, mahasiswa KUKERTA juga menjelaskan pentingnya menjaga standar kebersihan dan kualitas produk selama proses produksi. Hal ini menjadi salah satu faktor utama agar produk olahan pangan mampu memenuhi kepercayaan konsumen sekaligus memiliki daya saing di tengah berkembangnya industri makanan olahan.
Usai proses pembuatan abon selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengemasan produk menggunakan kemasan yang lebih modern, rapi, higienis, dan menarik. Para peserta diberikan pemahaman bahwa kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi media promosi yang mampu meningkatkan minat beli konsumen.
Tidak berhenti pada aspek pengemasan, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau juga memberikan pelatihan mengenai pembuatan label dan branding produk. Materi yang disampaikan meliputi penentuan nama produk, desain label yang menarik, penyusunan identitas merek, hingga informasi penting yang wajib dicantumkan pada kemasan seperti komposisi bahan, tanggal produksi, masa kedaluwarsa, serta identitas produsen.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membangun citra produk sejak awal sehingga produk olahan lokal memiliki identitas yang kuat, lebih mudah dikenal konsumen, dan memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan secara luas, baik melalui pemasaran konvensional maupun platform digital.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana pelatihan dipenuhi antusiasme tinggi dari para peserta. Ibu-ibu PKK tampak aktif mengikuti setiap sesi, berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan, hingga mempraktikkan langsung seluruh tahapan yang diperagakan oleh mahasiswa KUKERTA Universitas Riau. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana belajar yang komunikatif, edukatif, dan penuh semangat kebersamaan.
Program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang melimpah. Jantung pisang yang selama ini sering dianggap sebagai limbah atau hanya dimanfaatkan secara terbatas kini dapat diolah menjadi produk pangan inovatif dengan nilai tambah yang tinggi dan berpotensi menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi desa. Dengan meningkatnya keterampilan masyarakat dalam mengolah, mengemas, dan memasarkan produk, diharapkan akan lahir produk-produk unggulan lokal yang mampu memperkuat perekonomian keluarga sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Melalui program kerja tersebut, Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau berharap seluruh ilmu, pengalaman, serta inovasi yang telah dibagikan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Kelurahan Seberang Tembilahan Barat. Dengan sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, potensi lokal diharapkan dapat terus dioptimalkan menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi, berdaya saing tinggi, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah.

























