Kerukunan Umat Beragama Jadi Fondasi Kemajuan Riau

Pemprov Riau dan FKUB gencarkan sosialisasi kerukunan umat beragama demi memperkuat toleransi, moderasi, dan pembangunan sosial berkelanjutan di Riau.

Kerukunan Umat Beragama Jadi Fondasi Kemajuan Riau
Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Kemajuan dan Stabilitas Pembangunan di Riau

DUMAI – JAGOKCO.COM — Kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu faktor paling fundamental dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan pembangunan di Provinsi Riau. Tanpa adanya keharmonisan dan saling pengertian di antara pemeluk agama, cita-cita mewujudkan masyarakat Riau yang maju, sejahtera, dan berkeadilan sosial akan sulit tercapai secara berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau terus menggencarkan sosialisasi kerukunan umat beragama ke berbagai kabupaten dan kota. Langkah strategis ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Bumi Lancang Kuning.

Pemprov Riau Prioritaskan Program Kerukunan dan Moderasi Beragama

Kepala Badan Kesbangpol Riau, Boby Rachmat, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama telah menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah. Komitmen ini selaras dengan visi dan misi Riau 2025–2029, yang menitikberatkan pada pembangunan manusia yang sehat, berkualitas, dan berkeadilan sosial dengan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Melayu dan budaya toleransi.

“Keberagaman di Riau adalah kekayaan sosial yang harus dirawat dan dijaga, bukan dijadikan alasan untuk berpecah-belah. Riau merupakan miniatur Indonesia dengan keberagaman agama, suku, dan budaya yang luar biasa. Karena itu, tugas kita bersama adalah menjaga harmoni di bawah semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya saat menjadi pemateri Sosialisasi Penguatan Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kota Dumai, Kamis (13/11/2025).

Data Keberagaman Riau Jadi Modal Sosial untuk Maju Bersama

Boby menjelaskan, data demografis tahun 2023 menunjukkan jumlah penduduk Provinsi Riau mencapai sekitar 6,8 juta jiwa. Dari total tersebut, mayoritas beragama Islam, diikuti oleh Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu, serta penganut kepercayaan lokal lainnya.

“Data ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dalam perbedaan merupakan realitas sosial yang harus kita kelola secara bijak dan arif. Ini adalah kekuatan yang justru dapat memperkuat fondasi pembangunan daerah,” tambahnya.

Tiga Pilar Kerukunan: Internal, Antarumat, dan Pemerintah

Dalam paparannya, Boby menekankan bahwa konsep kerukunan umat beragama mencakup tiga aspek utama yang saling melengkapi, yakni:

  1. Kerukunan internal di dalam satu agama,

  2. Kerukunan antarumat beragama, dan

  3. Kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah.

Ketiga aspek tersebut, katanya, harus berjalan seimbang agar kehidupan sosial dan keagamaan di masyarakat tetap damai, saling menghormati, dan produktif.

“Pemerintah daerah terus berupaya menciptakan suasana damai dan harmonis melalui berbagai kebijakan konkrit. Mulai dari pembinaan tokoh agama, penyuluhan toleransi, hingga fasilitasi forum-forum dialog lintas iman. Semua ini untuk menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan adalah realitas sosial, bukan ancaman bagi persatuan,” ungkapnya.

Kolaborasi dengan Kemenag dan Perguruan Tinggi

Lebih jauh, Boby menerangkan bahwa Pemprov Riau aktif menjalin kolaborasi lintas lembaga guna memperkuat moderasi beragama dan memperluas dampak gerakan toleransi di masyarakat. Bentuk kolaborasi dilakukan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Riau, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan dalam rangka pembinaan FKUB di seluruh kabupaten dan kota.

“Generasi muda harus menjadi pelopor perdamaian dan teladan dalam menjunjung tinggi nilai toleransi. Mereka adalah penerus bangsa. Karena itu, FKUB memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan kehidupan beragama di Riau,” tegasnya.

Tanggung Jawab Bersama Demi Riau yang Damai dan Sejahtera

Boby Rachmat menegaskan kembali bahwa membangun kerukunan umat beragama bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat. Sinergi antara tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, serta generasi muda menjadi kunci utama menjaga kedamaian dan persatuan.

“Kita semua, tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun ras, harus aktif menciptakan suasana damai di lingkungan masing-masing. Kerukunan adalah fondasi kemajuan. Hanya dengan bersatu dan saling menghormati, Riau dapat terus tumbuh menjadi provinsi yang maju, makmur, dan berkeadaban,” pungkasnya penuh makna.