Musprov VI SOIna Riau Teguhkan Komitmen Inklusi dan Pembinaan Atlet Disabilitas
Musprov VI SOIna Riau meneguhkan komitmen pembinaan atlet disabilitas intelektual, memperkuat nilai inklusi, serta mendorong sinergi keluarga, relawan, pemerintah, dan dunia usaha untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih setara dan bermartabat.
PEKANBARU – JAGOK.CO – Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Special Olympics Indonesia (SOIna) Riau tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat nilai, arah, serta komitmen terhadap gerakan Special Olympics di Provinsi Riau. Penegasan ini disampaikan Ketua Dewan Kehormatan SOIna Riau, Adrias Hariyanto, saat menghadiri Musprov VI SOIna Riau yang berlangsung di Hotel Alpha, Rabu (19/11/2025).
Adrias menjelaskan bahwa keberadaan SOIna bukan semata-mata bertujuan mencetak atlet berprestasi, tetapi lebih dari itu, membuka kesempatan yang adil bagi anak-anak dengan disabilitas intelektual untuk mengembangkan potensi diri, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperoleh ruang yang layak untuk dihargai martabat dan kemampuan mereka.
Pada Musprov kali ini, lanjutnya, organisasi harus mampu memperkuat mandat kelembagaan, merumuskan strategi pembinaan yang adaptif terhadap perubahan zaman, dan memastikan pola pembinaan berjalan secara holistik. Ia menekankan pentingnya membangun semangat kemitraan yang solid antara keluarga, relawan, pemerintah, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan. Semua itu harus ditempatkan dalam satu tujuan besar: menjadikan atlet sebagai pusat dari seluruh kebijakan dan arah gerak organisasi.
Menurut Adrias, prinsip-prinsip fundamental tersebut merupakan ruh perjuangan SOIna sejak awal berdiri. Oleh sebab itu, nilai-nilai yang menjadi pondasi ini harus tetap dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada kepengurusan berikutnya. Ia juga memberikan apresiasi atas capaian SOIna Riau yang dinilai berhasil membangun ekosistem pembinaan atlet disabilitas intelektual secara cepat dan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa perjuangan masih panjang dan penuh tantangan. Masih banyak anak dengan disabilitas intelektual yang membutuhkan akses terhadap ruang bermain yang aman, fasilitas latihan yang layak, serta kesempatan untuk mendapatkan pengakuan atas karya dan prestasi mereka. Tidak hanya itu, keluarga juga harus terus mendapat pendampingan agar semakin yakin bahwa anak-anak mereka memiliki masa depan yang sama berharganya dengan anak-anak lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Adrias turut membagikan sisi emosional yang menjadi motivasinya dalam memperjuangkan gerakan inklusi. Ia mengenang adiknya yang juga memiliki kondisi disabilitas intelektual. “Saya sangat mencintai beliau. Anak-anak spesial ini selalu membuat saya merasa terhibur dan berbahagia,” katanya dengan suara penuh kehangatan.
Menutup sambutannya, Adrias menegaskan bahwa SOIna bukan milik satu atau dua orang saja, melainkan milik keluarga besar atlet, orang tua, para pelatih, relawan, mitra, serta seluruh masyarakat yang percaya pada nilai kemanusiaan, inklusi, dan keadilan sosial. Ia berharap Musprov VI SOIna Riau menjadi titik penguatan baru dalam memperjuangkan hak dan ruang bagi anak-anak disabilitas intelektual agar dapat hidup setara, bermartabat, dan berprestasi.























