MTQ ke-44 Riau di Kuansing Jadi Ajang Silaturahmi Terbesar, Suhardiman Ajak Sambut Tamu dengan Ramah

MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuantan Singingi menjadi ajang silaturahmi terbesar. Bupati Suhardiman Amby mengajak masyarakat menyambut ribuan tamu dengan keramahan Negeri Jalur.

MTQ ke-44 Riau di Kuansing Jadi Ajang Silaturahmi Terbesar, Suhardiman Ajak Sambut Tamu dengan Ramah
MTQ ke-44 Riau Jadi Ajang Silaturahmi Terbesar, Bupati Suhardiman Amby Ajak Masyarakat Sambut Tamu dengan Keramahan Negeri Jalur

TELUK KUANTAN, JAGOK.CO – Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) bersiap mencatat sejarah sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026, sebuah perhelatan keagamaan terbesar di Provinsi Riau yang tidak hanya menjadi panggung perlombaan seni baca dan pemahaman Al-Qur'an, tetapi juga diproyeksikan sebagai ajang silaturahmi terbesar masyarakat Melayu Riau.

Selama sembilan hari pelaksanaan, mulai 25 Juni hingga 3 Juli 2026, Kota Teluk Kuantan diperkirakan akan dipadati ribuan peserta, official, dewan hakim, tokoh agama, pimpinan lembaga Islam, kepala daerah, unsur Forkopimda, tamu kehormatan, hingga masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Bahkan, Menteri Agama Republik Indonesia dijadwalkan turut menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan utama, menandai besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap penyelenggaraan MTQ tahun ini.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh. Tidak hanya memastikan kelancaran seluruh agenda perlombaan, panitia juga menyiapkan berbagai aspek pendukung mulai dari infrastruktur, keamanan, transportasi, pelayanan tamu, hingga kenyamanan masyarakat yang akan memadati pusat-pusat kegiatan MTQ.

Sebanyak 12 arena perlombaan telah disiapkan untuk menggelar seluruh cabang yang dipertandingkan, meliputi Tilawah Al-Qur'an, Tahfiz Al-Qur'an, Tafsir, Qiraat, Kaligrafi Islam, Fahmil Qur'an, Syarhil Qur'an, hingga cabang Berzanji. Penyebaran arena di berbagai titik strategis di Teluk Kuantan diharapkan mampu menghadirkan atmosfer religius yang merata sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan secara langsung setiap perlombaan.

Namun lebih dari sekadar kompetisi membaca, menghafal, maupun memahami Al-Qur'an, MTQ ke-44 Provinsi Riau dipandang sebagai momentum strategis untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh persatuan umat, sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi antarmasyarakat dari seluruh penjuru Bumi Lancang Kuning.

Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, Ak., MM, menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ tahun ini memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sebuah perlombaan keagamaan. Menurutnya, MTQ merupakan ruang pertemuan besar umat Islam yang menyatukan masyarakat Riau dalam semangat persaudaraan, persatuan, serta kecintaan terhadap Al-Qur'an.

"MTQ ini adalah rumah besar umat Islam di Provinsi Riau. Kuantan Singingi mendapat kehormatan menjadi tuan rumah, sehingga kami ingin menjadikan momentum ini sebagai ajang silaturahmi terbesar masyarakat Riau. Semua datang membawa semangat persaudaraan, persatuan, dan kecintaan terhadap Al-Qur'an," ujar Suhardiman Amby kepada media, Jumat malam (26/6/2026).

Menurut Suhardiman, kehadiran ribuan peserta beserta rombongan dari seluruh daerah merupakan berkah sekaligus kehormatan bagi masyarakat Kuantan Singingi. Momentum tersebut menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan budaya Melayu Kuansing yang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai keramahan, kekeluargaan, gotong royong, dan penghormatan kepada tamu.

"Masyarakat kami akan menyambut seluruh tamu seperti keluarga sendiri. Inilah budaya Kuansing yang selama ini kami jaga, menghormati tamu, mempererat persaudaraan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun yang datang ke Negeri Jalur," tuturnya.

Semangat tersebut, lanjut Suhardiman, menjadi identitas yang ingin diperlihatkan kepada seluruh tamu yang datang dari berbagai daerah. Baginya, kesuksesan MTQ tidak hanya diukur dari kelancaran perlombaan, tetapi juga dari kesan baik yang dibawa pulang oleh setiap peserta dan tamu mengenai keramahan masyarakat Kuantan Singingi.

Bupati juga mengungkapkan rasa bangga karena penyelenggaraan MTQ ke-44 Provinsi Riau mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Berdasarkan agenda panitia, Menteri Agama Republik Indonesia dijadwalkan hadir pada 27 Juni 2026 untuk mengikuti sejumlah agenda penting, mulai dari menghadiri Pawai Ta'aruf, melepas Pacu Jalur di Tepian Narosa, mengunjungi bazar UMKM kabupaten dan kota, hingga menghadiri berbagai kegiatan resmi bersama kepala daerah di Astaka Utama MTQ.

Menurut Suhardiman, kehadiran Menteri Agama menjadi simbol bahwa penyelenggaraan MTQ di daerah memiliki posisi strategis dalam memperkuat syiar Islam sekaligus membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.

"Kehadiran Bapak Menteri Agama merupakan kehormatan besar bagi masyarakat Kuantan Singingi. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan MTQ di daerah mendapat perhatian penuh dari pemerintah pusat. Kami tentu menyambut dengan penuh rasa hormat dan kesiapan sebagai tuan rumah," katanya.

Selain Menteri Agama, pelaksanaan MTQ juga dipastikan dihadiri Gubernur Riau, seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Riau, unsur Forkopimda, tokoh agama, dewan hakim nasional maupun daerah, para kafilah terbaik, serta ribuan masyarakat yang diperkirakan memadati seluruh lokasi kegiatan.

Besarnya antusiasme tersebut, menurut Suhardiman, menjadi bukti bahwa MTQ telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda keagamaan tahunan. MTQ kini menjadi ruang bersama yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat Melayu Riau dalam semangat persatuan, kebersamaan, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

"Al-Qur'an mengajarkan persaudaraan. Karena itu kami ingin seluruh peserta yang datang tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga membawa kenangan indah tentang keramahan masyarakat Kuantan Singingi. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui MTQ ke-44," ujarnya.

Tidak hanya membawa manfaat spiritual, penyelenggaraan MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuantan Singingi juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Kehadiran ribuan tamu diperkirakan akan menggerakkan sektor perhotelan, rumah makan, transportasi, perdagangan, jasa, pariwisata religi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Aktivitas ekonomi diprediksi meningkat seiring tingginya mobilitas peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi masyarakat lokal untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, kuliner khas, kerajinan, serta potensi wisata budaya yang dimiliki Kuantan Singingi.

"MTQ adalah syiar Islam sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Kami mengajak seluruh pelaku usaha, UMKM, generasi muda, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik. Mari kita tunjukkan bahwa Kuantan Singingi adalah daerah yang religius, aman, nyaman, bersih, tertib, dan ramah bagi siapa saja," ungkapnya.

Sebagai bentuk kesiapan, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi juga telah menyiapkan 12 lokasi perlombaan yang tersebar di berbagai masjid, sekolah, aula, hingga Astaka Utama di Lapangan Taman Jalur. Penyebaran lokasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan semarak MTQ di berbagai sudut Kota Teluk Kuantan, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam menyaksikan setiap cabang perlombaan secara langsung.

Di sisi lain, penyelenggaraan MTQ juga diharapkan menjadi sarana promosi daerah yang efektif. Selain memperkenalkan kekayaan budaya Melayu dan tradisi Negeri Jalur, momentum ini diyakini mampu meningkatkan citra Kuantan Singingi sebagai daerah yang religius, terbuka, aman, serta memiliki potensi besar di sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Menutup keterangannya, Suhardiman Amby mengajak seluruh masyarakat Kuantan Singingi menjadikan MTQ ke-44 Provinsi Riau Tahun 2026 sebagai momentum bersama untuk menunjukkan wajah terbaik daerah kepada seluruh tamu yang datang dari berbagai penjuru Bumi Lancang Kuning.

"Mari kita sukseskan MTQ ke-44 Provinsi Riau dengan kebersamaan. Sambut setiap tamu dengan senyum, hormati setiap peserta dengan pelayanan terbaik, karena keberhasilan MTQ ini bukan hanya keberhasilan pemerintah, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat Kuantan Singingi. Insya Allah, dari Negeri Jalur akan lahir kesan yang baik, ukhuwah yang semakin kuat, ekonomi masyarakat yang semakin tumbuh, serta syiar Al-Qur'an yang semakin membumi di Bumi Lancang Kuning," tutup Suhardiman Amby.