Babinsa Simo Dukung Petani Boyolali Tanam Jagung di Musim Kemarau

Babinsa Koramil 12/Simo Kodim 0724/Boyolali, Sertu M. Irfan, terjun langsung membantu petani menanam jagung di musim kemarau. Langkah ini mendukung ketahanan pangan, swasembada pertanian, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Babinsa Simo Dukung Petani Boyolali Tanam Jagung di Musim Kemarau
Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Babinsa Simo Boyolali Aktif Dampingi Petani Tanam Jagung di Musim Kemarau

JAGOK.CO - BOYOLALI – Ketahanan pangan menjadi isu strategis yang terus digelorakan pemerintah, terlebih di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga kebutuhan pokok. Komitmen untuk menjaga ketersediaan pangan ini turut diwujudkan oleh TNI melalui peran para Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang terjun langsung ke lapangan. Salah satunya dilakukan oleh Babinsa Koramil 12/Simo, Kodim 0724/Boyolali, Sertu M. Irfan, yang pada Selasa (26/08/2025) ikut mendampingi petani dalam kegiatan penanaman jagung di lahan milik Bapak Winarso, warga Dukuh Tegalrayung, Desa Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

Kehadiran Babinsa di sektor pertanian bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kontribusi TNI dalam mendukung swasembada pangan dan memperkuat sinergi dengan masyarakat. Pendampingan tersebut juga menjadi sarana menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat, sebuah nilai luhur yang terus diwariskan dalam setiap tugas prajurit di lapangan.

Jagung, Solusi Tepat di Musim Kemarau

Dalam penjelasannya, Sertu M. Irfan menegaskan bahwa pemilihan komoditas jagung pada musim kemarau merupakan langkah strategis. Menurutnya, menanam padi pada musim kering membutuhkan biaya lebih besar, terutama untuk kebutuhan pengairan, sementara jagung lebih hemat air, mudah dirawat, dan tetap memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.

“Jagung menjadi pilihan tepat di musim kemarau. Biaya operasional lebih ringan, dan prospek hasilnya sangat baik. Tetapi perawatan harus berkelanjutan, mulai dari pembersihan gulma, penyemprotan hama, hingga pemberian pupuk agar tanaman tumbuh subur dan panen bisa maksimal,” ujar Sertu M. Irfan.

Ia juga menambahkan bahwa pendampingan Babinsa tidak hanya sebatas teknis pertanian, tetapi juga untuk membangkitkan semangat para petani agar tidak putus asa menghadapi cuaca yang tidak menentu. Dengan motivasi yang terus diberikan, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi keluarga petani.

Apresiasi Petani atas Kehadiran Babinsa

Bapak Winarso, pemilik lahan, mengaku sangat terbantu dengan dukungan moril dan tenaga dari Babinsa. Kehadiran TNI, menurutnya, memberikan semangat baru bagi petani yang sering kali harus berjuang menghadapi cuaca ekstrem, keterbatasan sarana, hingga fluktuasi harga pasar.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan motivasi yang selalu diberikan Babinsa. Kehadirannya tidak hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga menambah keyakinan bahwa hasil panen nanti bisa lebih baik,” ungkap Winarso dengan penuh harap.

TNI dan Ketahanan Pangan Rakyat

Upaya pendampingan ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan nasional. TNI melalui Babinsa hadir untuk memastikan petani tetap produktif, meski menghadapi musim kemarau. Hal ini membuktikan bahwa petani adalah garda terdepan penyokong kebutuhan pangan masyarakat, dan keberhasilan mereka akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas pangan serta perekonomian daerah.

Dengan langkah-langkah konkret seperti yang dilakukan di Simo, Boyolali, TNI menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan hasil kerja sama semua pihak. Dukungan dari Babinsa diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadikan Boyolali sebagai salah satu penopang utama pangan di Jawa Tengah maupun Indonesia secara keseluruhan.