Wako Agung Nugroho Buka PORSENIJAR PGRI Pekanbaru, Diikuti 2.000 Peserta

PORSENIJAR PGRI Pekanbaru Resmi Dibuka, 2.000 Peserta Ikuti Ajang Olahraga dan Seni

Wako Agung Nugroho Buka PORSENIJAR PGRI Pekanbaru, Diikuti 2.000 Peserta
Wako Agung Nugroho Buka PORSENIJAR PGRI Pekanbaru, 2.000 Peserta Siap Adu Prestasi

PEKANBARU, JAGOK.CO — Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho secara resmi membuka Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI tingkat Kota Pekanbaru di Hall A Sport Center, kawasan Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Rabu (2/9/2026).

Pembukaan ajang yang mempertemukan para guru dari 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru tersebut berlangsung meriah. Sekitar 2.000 peserta hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya mengedepankan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kekompakan, serta semangat kebersamaan di kalangan tenaga pendidik.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme para guru yang turut berpartisipasi dalam PORSENIJAR PGRI Pekanbaru. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki arti penting karena olahraga, seni, dan pembelajaran dapat menjadi sarana membangun hubungan yang semakin erat antarguru sekaligus menciptakan energi positif di lingkungan pendidikan.

"Hari ini, kami menghadiri pembukaan pekan olahraga para guru. Kegiatan ini sangat luar biasa karena diikuti dengan semangat tinggi dan menghadirkan energi positif," kata Agung.

Menurut Agung, semangat yang ditunjukkan para peserta menjadi gambaran bahwa guru tidak hanya memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi bangsa, tetapi juga mampu menunjukkan keteladanan melalui sportivitas, kreativitas, kebersamaan, dan semangat berprestasi.

Karena itu, Pemerintah Kota Pekanbaru menyambut baik pelaksanaan PORSENIJAR PGRI yang menjadi salah satu momentum untuk mempererat hubungan antarguru dari berbagai wilayah di Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan dapat menjadi ruang penyegaran setelah para guru menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab dalam dunia pendidikan.

Pembukaan PORSENIJAR PGRI Pekanbaru yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari 15 kecamatan juga menjadi awal dari rangkaian seleksi menuju tingkat Provinsi Riau. Agung berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah.

Ia menargetkan para peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik nantinya dapat memperkuat kontingen Kota Pekanbaru pada PORSENIJAR tingkat Provinsi Riau yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Siak Sri Indrapura.

"Semoga kegiatan ini berjalan lancar. Selanjutnya, kami berharap dapat mengirimkan para pemenang dari sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan untuk berlaga pada PORSENIJAR Provinsi Riau di Kabupaten Siak," harapnya.

Agung menegaskan Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tersebut. Dukungan itu dinilai penting agar kegiatan yang melibatkan para guru dapat berlangsung dengan baik sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi peningkatan kebersamaan di lingkungan tenaga pendidik.

Menurutnya, olahraga dan seni tidak semata-mata berbicara mengenai kemenangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi instrumen untuk membangun karakter, memperkuat persaudaraan, melatih sportivitas, serta menumbuhkan semangat gotong royong.

"Pemko Pekanbaru mendukung kegiatan ini. Terima kasih kepada PGRI. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat semakin memperkuat kekompakan guru, semangat kebersamaan, dan gotong royong," pungkasnya.

Diikuti Ratusan Atlet Guru dari 15 Kecamatan

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Pekanbaru Miftahudin mengatakan PORSENIJAR PGRI Kota Pekanbaru tahun ini diikuti sekitar 400 atlet. Para atlet tersebut merupakan guru yang berasal dari 15 cabang atau kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru.

"Pesertanya sekitar 400 atlet yang terdiri atas guru-guru dari 15 cabang atau kecamatan," kata Miftahudin.

Menurut Miftahudin, PORSENIJAR PGRI tidak hanya dirancang sebagai kegiatan olahraga dan seni bagi para guru, tetapi juga menjadi bagian dari proses seleksi untuk menjaring talenta terbaik yang nantinya akan membawa nama Kota Pekanbaru pada ajang tingkat Provinsi Riau.

Dengan demikian, setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuktikan kesiapan mereka bersaing secara sehat. Prestasi yang diraih pada tingkat kota akan menjadi salah satu pijakan bagi pembentukan kontingen Pekanbaru menuju kompetisi tingkat provinsi.

Para atlet yang mampu meraih prestasi terbaik akan dipersiapkan untuk mengikuti PORSENIJAR tingkat Provinsi Riau yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Siak Sri Indrapura pada 22 September mendatang.

"Rekan-rekan guru yang dinyatakan sebagai atlet terbaik nantinya akan kami bawa ke tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan di Kabupaten Siak Sri Indrapura," ujarnya.

Miftahudin menambahkan, pelaksanaan PORSENIJAR PGRI Kota Pekanbaru berlangsung selama tiga hari. Pertandingan dan perlombaan dilaksanakan di sejumlah lokasi dengan menyesuaikan cabang yang dipertandingkan.

Secara keseluruhan terdapat 10 cabang lomba yang memadukan unsur olahraga dan seni. Keberagaman cabang tersebut memberikan kesempatan kepada para guru untuk menampilkan kemampuan masing-masing, baik dalam bidang olahraga maupun seni dan kreativitas.

Untuk cabang seni, sejumlah perlombaan yang digelar di antaranya tari, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta paduan suara. Cabang-cabang tersebut memberikan ruang bagi para guru untuk mengekspresikan kemampuan seni sekaligus memperlihatkan kreativitas yang dimiliki.

Sementara itu, pertandingan bola voli dilaksanakan di Stadion Kaharuddin Nasution. Sejumlah cabang olahraga lainnya, termasuk sepak takraw dan bulu tangkis, digelar di kawasan Purna MTQ.

Pelaksanaan pertandingan di sejumlah lokasi tersebut turut memberikan warna tersendiri bagi PORSENIJAR PGRI Pekanbaru. Para peserta tidak hanya dituntut tampil maksimal dalam pertandingan, tetapi juga menjaga semangat kebersamaan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

Miftahudin berharap seluruh peserta menjunjung tinggi nilai sportivitas selama mengikuti setiap pertandingan dan perlombaan. Menurutnya, keberhasilan PORSENIJAR tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau pemenang yang lahir dari kompetisi tersebut.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang mempererat persaudaraan antarguru, membangun komunikasi lintas kecamatan, sekaligus menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan penuh kekeluargaan.

"Kami berharap para atlet dan guru yang mengikuti pertandingan maupun seleksi dapat menjunjung tinggi sportivitas agar kegiatan ini berjalan dengan aman, damai, dan kondusif," tuturnya.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PORSENIJAR PGRI Kota Pekanbaru. Sebab, para guru yang terlibat bukan hanya membawa nama kecamatan masing-masing, tetapi juga memiliki peran sebagai teladan bagi peserta didik.

Melalui PORSENIJAR PGRI Kota Pekanbaru, Pemerintah Kota Pekanbaru bersama PGRI berharap dapat melahirkan atlet-atlet guru terbaik yang memiliki kemampuan, integritas, dan semangat kompetisi yang sehat.

Para guru berprestasi tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengharumkan nama masing-masing kecamatan, tetapi juga membawa nama Kota Pekanbaru bersaing dan mengukir prestasi pada PORSENIJAR tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Pada akhirnya, PORSENIJAR PGRI Pekanbaru diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum membangun solidaritas, memperkuat persaudaraan, menjaga kebugaran, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan guru sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan di Kota Pekanbaru.